Stafsus Menhan Lenis Kogoya Berharap Ke Depan Tak Ada Lagi yang Tolak MBG di Papua

Must Read

Teks Foto : Lenis Kogoya. (ist)

Jakartarealtime.id – Staf Khusus (Srafsus) Menteri Pertahanan (Menhan) Bidang Kedaulatan NKRI, Lenis Kogoya menyatakan, ke depan tidak akan ada lagi penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Papua.

Menurutnya, pendekatan baru yang melibatkan masyarakat lokal secara aktif telah berhasil menghilangkan kekhawatiran sebelumnya.

“Papua ke depan tidak ada lagi untuk menolak makan gratis, tapi pola harus diubah,” kata Lenis di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (8/5/2025).

Lenis mengaku sudah mengunjungi wilayah-wilayah di Papua yang sebelumnya menolak MBG.

Wilayah ini disebut sebagai daerah zona merah atau red zone.

Saat berkunjung dan berdialog dengan masyarakat, Lenis menjelaskan program MBG merupakan program nasional yang tidak hanya menyasar Papua.

Namun, untuk konteks Papua, pendekatan yang digunakan lebih spesifik dan kultural, termasuk dengan merekrut masyarakat asli Papua sebagai pengelola dapur umum yang menyediakan makanan bagi siswa.

“Di Papua, satu dapur itu terdiri dari 50 orang, dan 47 di antaranya adalah masyarakat lokal yang dilatih dan dibina untuk mengelola langsung. Mama Papua yang masak, Mama Papua juga yang melayani. Masa orang Papua bunuh orang Papua? Itu tidak mungkin,” ucapnya.

Pernyataan ini menanggapi isu-isu yang berkembang, termasuk tudingan yang menyebut program MBG sebagai bentuk genosida atau penyebaran makanan beracun.

Menurut Lenis, tudingan tersebut tidak berdasar dan justru menyesatkan.

“Jadi isu yang dibilang genosida, racun itu bohong semua. Karena sistemnya sudah diubah. Jadi sekali lagi, itu isu-isu yang menyesatkan, dibuat sendiri,” ucap Letkol TNI Tituler ini.

Dalam kunjungannya ke sejumlah daerah seperti Timika, Nabire, Wamena, dan Jayapura, Lenis mengaku melihat sendiri antusiasme anak-anak terhadap program ini.

Lenis juga menyebutkan bahwa program MBG telah menstimulasi roda ekonomi lokal.

Sayur-mayur dan bahan makanan lain yang digunakan dalam program tersebut dibeli langsung dari hasil pertanian warga.

“Sekarang badan gizi kan bisa beli masyarakat punya, jadi ada pendapatan masyarakat. Jadi kasih uang mereka bikin berkebun atau buka ladang, sayurnya masukkan di badan gizi. Masyarakat, anak sekolahnya dikasih makan sayur yang segar-segar,” pungkas Lenis.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest News

Waspada Super Flu di Papua Tengah, Masyarakat Diminta Segera Lapor Jika Bergejala

Teks Foto: Ilustrasi virus super flu. (ist) Jakartarealtime.id - Tahun ini, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Papua Tengah...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img