Warga Kalisari bersama Bu Lurah dan Jumantik, Gelar Pertemuan Rutin Cegah DBD

Must Read

Teks Foto: Ketua RT 09 Kalisari, Teddy, Lurah Kalisari dan lainnya. (ist)

Jakartarealtime.id – Warga Kalisari bersama Juru Pemantau Jentik (Jumantik) tingkat Kelurahan Kalisari menggelar acara pertemuan rutin di Jalan Guru Serih 2C, RT 09 RW 10, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (5/6/2026).

Pertemuan berkala ini terbilang istimewa karena dihadiri lengkap oleh seluruh pemangku birokrasi pemerintahan dan tokoh masyarakat setempat.

Hadir langsung di lokasi acara, Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasie Kesra) Kecamatan Pasar Rebo, Heri, Lurah Kalisari, Siti Nurhasanah, S.E, Ketua RW 10, Bambang S. Nugroho, Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) RW 10, Bambang Supriyanto, serta Ketua RT 09 RW 10 yang bertindak sebagai tuan rumah, Octavin Teddy Pastriyanto, S.S.

Dari jajaran medis, Kepala Puskesmas Kalisari, dr. Dessi, turut hadir memberikan arahan teknis.

Kasie Kesra Kecamatan Pasar Rebo, Heri, yang hadir mewakili Camat Pasar Rebo, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi tanpa lelah para kader Jumantik yang rutin memeriksa genangan air di rumah-rumah warga.

“Kami dari pihak kecamatan berharap masyarakat tidak bersikap pasif, program yang dirancang oleh Pemprov DKI Jakarta untuk menekan angka DBD tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya partisipasi aktif dari warga.

Ketua RT 09 Kalisari, Teddy dan lainnya. (ist)
Ketua RT 09 Kalisari, Teddy dan lainnya. (ist)

Kader Jumantik adalah motor penggerak, tetapi pemilik rumahlah yang menjadi penentu utama kebersihan lingkungannya,” ujar Heri dalam sambutannya.

Salah satu poin krusial yang dibahas dalam pertemuan ini adalah strategi deteksi dini kasus DBD menggunakan pendekatan teknologi.

Kepala Puskesmas Kalisari, dr. Dessi, memaparkan bahwa pola penanganan DBD di era modern harus mengedepankan kecepatan data agar tindakan medis dan lokalisasi wilayah dapat segera dilakukan sebelum pasien memasuki fase kritis.

Puskesmas Kalisari mendorong penuh sinkronisasi antara hasil pemantauan lapangan oleh kader Jumantik dengan program Smart Posyandu yang sedang digalakkan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Melalui sistem ini, data wilayah yang memiliki indeks jentik tinggi dapat dipetakan secara digital dan real-time.

“Pencegahan jatuhnya korban akibat DBD salah satunya adalah dengan melakukan sinkronisasi dengan program Smart Posyandu. Tujuannya agar pendeteksian dini berjalan cepat. Begitu ada laporan jentik meningkat atau ada warga yang mulai mengalami gejala demam, data langsung masuk sistem. Dengan deteksi cepat tersebut, penanganan medis dan intervensi lingkungan bisa cepat juga diatasi,” papar dr. Dessi.

Ketua RT 09 Kalisari, Teddy dan lainnya. (ist)
Ketua RT 09 Kalisari, Teddy dan lainnya. (ist)

Lurah Kalisari, Siti Nurhasanah, S.E., memberikan arahan tegas mengenai pentingnya konsistensi warga.

Menurutnya, gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan metode 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur ulang) tidak boleh sekadar menjadi kepatuhan formalitas saat ada pemeriksaan, harus menjadi kesadaran personal.

“Saya meminta dengan sangat kepada warga Kalisari, mari kita jadikan kegiatan PSN ini sebagai kebiasaan sehari-hari, sebuah habit. Jangan menunggu ada kasus baru kita bergerak. Lakukan pemeriksaan mandiri setiap saat di rumah masing-masing,” kata Siti Nurhasanah.

Lurah Kalisari juga memanfaatkan momentum berkumpulnya para kader untuk mengingatkan kembali isu krusial perkotaan lainnya, yaitu manajemen sampah rumah tangga.

Isu pengelolaan sampah dan penyebaran DBD dinilai memiliki korelasi yang sangat erat, di mana sampah plastik yang telantar berpotensi menjadi tempat genangan air hujan yang disukai nyamuk.

Siti Nurhasanah meminta para kader Jumantik bertindak sebagai agen perubahan untuk terus mengedukasi warga mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik.

“Kepada para kader sekalian, saya ingatkan terkait pemilahan sampah. Tolong jangan bosan-bosan untuk mensosialisasikan hal ini kepada masyarakat sekitar. Memang mengubah perilaku itu butuh waktu, tetapi jika kita konsisten, pemilahan sampah ini lama-kelamaan akan bergeser dari sekadar kewajiban menjadi sebuah budaya warga,” tambahnya.

Komitmen yang disuarakan oleh jajaran kelurahan dan kecamatan mendapat respon siap sedia dari para pengurus lingkungan di tingkat RW dan RT.

Ketua RW 10 Kalisari, Bambang S. Nugroho, didampingi Ketua LMK RW 10, Bambang Supriyanto, menyatakan kesiapannya mengawal seluruh kebijakan kelurahan agar langsung diterapkan oleh warga di lingkungan masing-masing.

Sementara itu, selaku tuan rumah acara, Ketua RT 09 RW 10 Kelurahan Kalisari, Octavin Teddy Pastriyanto, S.S, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan jajaran kelurahan yang menunjuk wilayahnya sebagai pusat koordinasi.

Pria yang akrab disapa Teddy ini berharap kehadiran seluruh instrumen pemprov di lingkungannya mampu memicu semangat warga sekitar untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

“Kami selaku pengurus RT 09 bersama warga sangat menyambut baik acara ini. Harapan kami sangat mendasar, yaitu lingkungan kami di RT 09, RW 10, dan seluruh Kelurahan Kalisari bisa benar-benar bersih dan bebas dari DBD. Kami tidak ingin ada satu pun warga kami yang harus jatuh sakit karena gigitan nyamuk,” pungkas Octavin Teddy Pastriyanto, S.S.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest News

Elina Joerg Beradegan ‘Panas’ di Serial ‘Love & 10 Million Dollars’

Teks Foto: Elina Joerg. (ist) Jakartarealtime.id - Artis Elina Joerg baru saja merampungkan serial terbarunya berjudul 'Love & 10 Million...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img