Selama 3 Hari, 224 Orang Tewas Akibat Serangan Israel di Iran

Must Read

Teks Foto : Depot minyak Iran di Teheran diserang Israel (Majid Asgaripour/WANA/REUTERS)

Jakartarealtime.id – Perang antara Israel dan Iran semakin memanas sejak Jumat (13/6/2025).

Kementerian Kesehatan Iran mengatakan bahwa serangan Israel selama tiga hari di negara itu telah menewaskan 224 orang dan melukai lebih dari 1.200 orang.

“Setelah 65 jam agresi oleh rezim Zionis, 1.277 orang telah terluka. 224 wanita, pria, dan anak-anak telah menjadi martir,” tulis juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour di media sosial X pada Minggu (15/6/2025) waktu setempat, dikutip dari kantor berita AFP, Senin (16/6/2025).

Ia menambahkan bahwa 90 persen dari mereka yang tewas adalah warga sipil.

Perang antara Iran dengan Israel saat ini terus berlanjut.

Pemerintah Iran menegaskan pihaknya tidak akan bernegosiasi mengenai gencatan senjata di tengah serangan yang terus dilancarkan oleh Israel.

Hal itu telah disampaikan Iran kepada dua negara mediator, yakni Qatar dan Oman.

“Iran memberi tahu mediator Qatar dan Oman bahwa mereka hanya akan melakukan negosiasi serius setelah Iran menyelesaikan tanggapannya terhadap serangan pendahuluan Israel,” kata pejabat itu, yang berbicara dengan syarat anonim karena sensitivitas konflik tersebut, dikutip dari Reuters, Senin (16/6/2025).

Iran menegaskan “bahwa mereka tidak akan berunding saat diserang,” kata pejabat itu.

Sebelumnya, Israel melancarkan serangan ke Iran sejak Jumat (13/6/2025) yang menghancurkan komando militer Iran dan merusak situs nuklirnya.

Iran juga telah bersumpah akan membuka ‘gerbang neraka’ sebagai serangan balasan terhadap Israel.

Pejabat itu juga membantah jika Iran mengimbau Oman dan Qatar untuk melibatkan AS guna menengahi gencatan senjata dan memperbarui perundingan nuklir.

Kementerian luar negeri Iran tidak menanggapi permintaan Reuters untuk memberikan komentar, begitu pula kementerian luar negeri Qatar atau kementerian informasi Oman.

Oman dalam beberapa bulan terakhir telah menjadi penengah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran, meskipun putaran terakhir dibatalkan sehari setelah Israel melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Iran.

Qatar juga telah memainkan peran dalam memfasilitasi perundingan antara kedua musuh bebuyutan itu di masa lalu, yang terbaru adalah memediasi perjanjian pertukaran tahanan pada tahun 2023.

Oman dan Qatar memiliki hubungan baik dengan Iran dan AS dan mereka juga telah berkomunikasi langsung dengan Israel.

Sebelumnya diberitakan rentetan serangan ini terjadi pada Jumat (14/6/2025) dini hari, saat Israel melancarkan sejumlah serangan ke berbagai fasilitas nuklir di wilayah Iran, termasuk Ibu Kota Teheran.

Serangan ini menewaskan sejumlah petinggi militer dan ahli nuklir Negeri Persia, termasuk penghubung komunikasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS), Ali Shamkhani.

Iran pun membalas dengan menerjunkan sejumlah rudal ke Negeri Zionis, termasuk ke Ibu Kota Tel Aviv.

Israel kembali meluncurkan serangan bersasaran ke wilayah Yaman, Sabtu (14/6/2025) malam waktu setempat.

Serbuan diluncurkan saat Negeri Yahudi itu berada dalam aksi saling serang dengan Iran.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest News

Bertemakan Cinta, Diva Ramaniya Rilis Single ‘Tempat Berlabuh’

Teks Foto: Diva Ramaniya. (ist) Jakartarealtime.id - Penyanyi Diva Ramaniya resmi memulai langkahnya di industri musik Indonesia dengan merilis single...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img