Teks Foto: Finalis Putri Indonesia, Gisela Thesa bersama Gentem Lifelong Learning Group. (ist)
Jakartarealtime.id – Gentem Lifelong Learning Group hari ini resmi mengumumkan peluncuran publik Genstarkids, program pembelajaran yang dirancang untuk menumbuhkan kecintaan anak usia 2,5 tahun hingga 12 tahun pada proses belajar.
Peluncuran ini berlangsung bersamaan dengan pembukaan center ke-12 Gentem di Living World Kota Wisata, Cibubur.
Acara peluncuran turut menghadirkan talk show bertajuk ‘Thriving in Uncertainty: The
Lifelong Learning Advantage’ bersama Pritta Tyas, Finalis Putri Indonesia Gisela Thesa, Dr. Schott, dan Kish Gill, CEO & Founder Gentem Lifelong Learning Group.
“Setiap brand yang kami bangun berangkat dari satu nilai yang sama diantaranya pembelajaran tidak pernah berhenti, dan mereka yang memiliki mindset tersebut adalah mereka yang akan
terus berkembang,” kata Kish Gill, CEO & Founder Gentem Lifelong Learning Group di Kota Wisata, Cibubur, Kamis (2/7/2026).
Genstarkids dapat membantu anak usia 2,5-12 tahun mencintai proses belajar itu sendiri, sehingga rasa ingin tahu, kreativitas, dan dorongan untuk terus bertumbuh hadir secara natural.
“Fondasi inilah yang akan menopang kesuksesan mereka di masa depan, baik secara akademis maupun saat kelak memasuki dunia kerja,” sambung Kish Gill.
Diskusi ini menegaskan misi besar, terlebih Gentem mampu meningkatkan daya saing individu melalui lifelong learning mindset, berangkat dari keyakinan bahwa setiap orang sukses, pertama dan terutama, adalah seorang Lifelong Learner. Lifelong Learning, Fondasi di Setiap Brand Gentem.
Lifelong Learning merupakan nilai yang mendasari seluruh brand di bawah Gentem Lifelong
Learning Group, termasuk Genstarkids.
Gentem mendefinisikan Lifelong Learning sebagai kombinasi empat keterampilan: komunikasi, pemikiran kritis, kolaborasi, dan kreativitas, serta empat pola pikir: rasa ingin tahu, inisiatif, resiliensi, dan kemampuan beradaptasi.
Gentem meyakini bahwa gabungan keterampilan dan pola pikir ini penting tidak hanya selama menempuh pendidikan formal, tetapi juga saat bekerja, membangun bisnis, hingga menjalani kehidupan sehari-hari.

Urgensi Lifelong Learning di Tengah Perubahan Dunia Kerja
Urgensi di balik misi Genstarkids didasarkan pada Future of Jobs Report 2025 dari World
Economic Forum (WEF).
Melalui survei terhadap 1.000 perusahaan di 55 negara, laporan tersebut memproyeksikan 170 juta lapangan kerja baru akan tercipta pada 2030, sementara 92 juta pekerjaan akan tergantikan, didorong oleh adopsi artificial intelligence yang membuat 40% keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja berubah.
Laporan yang sama mencatat bahwa 66% pekerjaan pada 2030 akan menjadi kolaborasi antara manusia dan teknologi.
Temuan ini memvalidasi kompetensi Lifelong Learning yang disoroti Gentem: keterampilan yang tidak dapat direplikasi oleh teknologi dan tetap relevan di tengah perubahan kondisi global.
Tantangan ini terasa nyata di Indonesia.
Berdasarkan penilaian PISA 2022 yang dikutip oleh UNICEF Indonesia, hanya 26% siswa berusia 15 tahun di Indonesia yang menunjukkan keterampilan pemikiran kreatif dasar, dan hanya 5% yang mencapai tingkat tinggi.
Padahal, pemikiran kreatif adalah keterampilan yang dinilai para pemberi kerja di seluruh dunia semakin tidak bisa ditawar, keterampilan yang perlu ditanamkan sejak dini, bukan diperbaiki saat sudah terlambat.
Genstarkids: Menanamkan Rasa Cinta Belajar Sejak Dini
Genstarkids dibangun di atas keyakinan bahwa hal terpenting yang dapat dipelajari seorang anak adalah mencintai proses belajar itu sendiri.
Kurikulumnya menerjemahkan kerangka Lifelong Learning Gentem ke dalam tiga pilar utama:
• Komunikasi (Communication): pembelajaran bahasa Inggris yang membangun rasa
percaya diri dan kesiapan global.
• Karakter (Character): menumbuhkan nilai-nilai, resiliensi, kolaborasi, dan kekuatan
sosial-emosional.
• Perkembangan kognitif (Cognitive): mempertajam rasa ingin tahu, pemikiran kritis,
kreativitas, dan inisiatif yang akan dibawa anak sepanjang hidupnya.

Alih-alih berfokus semata pada hasil akademis, metodologi Genstarkids menggabungkan project-based learning, experiential learning, cross-curricular integration, serta inquiry-based method.
Kurikulumnya diselaraskan dengan standar internasional seperti Cambridge English Assessment dan CEFR, didukung oleh sumber daya global seperti Oxford Reading Tree, Code.org, dan Canva for Education, serta mengintegrasikan penggunaan AI sebagai bagian dari pembelajaran.
“Yang menarik perhatian saya dari Genstarkids adalah bagaimana program ini benar-benar dibangun di sekitar anak, bukan sekadar seputar hasil. Komunikasi, karakter, dan pertumbuhan kognitif adalah fondasi yang tepat bagi generasi berikutnya, dan saya percaya pada misi ini dalam jangka panjang. Saya bangga dapat mendukung Genstarkids dan membawa keyakinan Lifelong Learning ini kepada keluarga-keluarga di seluruh Indonesia,” ujar Pritta Tyas, Founder Sekolah Bumi Nusantara Montessori.
Gentem Lifelong Learning Group memiliki misi membantu masyarakat.
Saat ini, Gentem melayani pembelajar lintas usia melalui portofolio brand yang tersedia secara offline maupun online, mulai dari Genstarkids untuk anak usia dini hingga GenCorp untuk pelatihan korporasi.
Dengan dibukanya center ke-12 di Living World Kota Wisata, Cibubur, Gentem terus memperluas kehadirannya di seluruh Indonesia dan berkomitmen membekali pembelajar segala usia dengan empat keterampilan dan empat pola pikir Lifelong Learning: komunikasi, pemikiran kritis, kolaborasi, dan kreativitas; serta rasa ingin
tahu, inisiatif, resiliensi, dan kemampuan beradaptasi.



