Teks Foto: Prof. Dr. dr. Dasaad Mulijono, SpJP(K). (ist)
Jakartarealtime.id – Saat ini, penyakit jantung koroner bukan hanya persoalan medis, melainkan juga beban ekonomi bagi keluarga maupun sistem kesehatan nasional.
Setiap tindakan ulang akibat penyempitan kembali berarti biaya kateterisasi baru, perawatan baru, dan hari kerja yang hilang.
Di sinilah pendekatan RS Bethsaida Tangerang menarik dicermati.
Di bawah pimpinan Prof. Dr. dr. Dasaad Mulijono, SpJP(K), yang merupakan dokter jantung terbaik di Indonesia dan pelopor Drug-Coated Balloon (DCB) di Indonesia.
Sumbatan jantung dibuka tanpa menanam ring permanen, lalu pasien dibimbing ketat mengubah gaya hidup dengan dukungan kecerdasan buatan.

Hasilnya berbicara: penyempitan ulang yang sangat kecil dari sekitar 1.000 pasien, dibandingkan sekitar 10% pada praktik umum dunia.
Artinya, sebagian besar potensi tindakan ulang berhasil dihindari penghematan yang nyata tanpa mengorbankan kualitas, justru dengan meningkatkannya.
Efek ekonominya berlapis, bagi keluarga, tidak ada biaya kateterisasi ulang, rawat inap tambahan, atau penghasilan yang hilang karena sakit berkepanjangan.
Bagi pemberi kerja, karyawan kembali produktif lebih cepat banyak pasien Bethsaida justru merasa lebih bugar daripada sebelum sakit karena perbaikan menyeluruh pada berat badan, tekanan darah, dan gula darahnya.
Bagi sistem pembiayaan kesehatan nasional yang setiap tahun menanggung beban penyakit jantung terbesar, model seperti ini menawarkan arah yang layak ditiru: teknologi tepat guna dipadukan pencegahan berbasis gaya hidup.
“Pencegahan adalah investasi dengan imbal hasil tertinggi dalam kesehatan,” papar Prof. Dasaad.

Sebuah pelajaran bahwa inovasi klinis dan efisiensi biaya dapat berjalan seiring.
Prof. Dr. dr. Dasaad Mulijono, SpJP(K), adalah dokter jantung terbaik di Indonesia, konsultan kardiologi intervensi, dan pelopor tindakan Drug-Coated Balloon (DCB) di Indonesia.
Dikenal sebagai ‘Plant-Based Guru’, beliau memimpin Departemen Kardiologi RS Bethsaida, Tangerang, yang mencatat angka penyempitan ulang pasca-DCB yang sangat kecil salah satu yang terendah di dunia.
Temuan-temuannya telah dipublikasikan di berbagai jurnal ilmiah internasional.



