Teks Foto : Wali Kota Sorong, Septinus Lobat. (ist)
Jakartarealtime.id – Wali Kota Sorong, Septinus Lobat menegaskan sejumlah capaian program prioritas setelah genap satu tahun memimpin Kota Sorong bersama Wakil Wali Kota Anshar Karim.
“Puji Tuhan, apa yang kami janjikan kepada masyarakat sudah berjalan. Semua ini tentu tidak terlepas dari dukungan masyarakat selama satu tahun ini,” ucap Septinus Lobat di Sorong.
Menurut dia, berbagai janji kampanye mulai direalisasikan secara bertahap dengan dukungan masyarakat dan para pemangku kepentingan.
Salah satu capaian yang menonjol yaitu perubahan wajah kota dalam sembilan bulan terakhir, terutama dari sisi kebersihan dan penataan lingkungan.
Selain itu, pihaknya juga memprioritaskan pengendalian banjir melalui pembangunan kanal di KM 10 menggunakan konstruksi set panel beton sesuai perencanaan teknis sepanjang 150 meter guna mengendalikan banjir yang sering berdampak di KM 8 hingga KM 12.
“Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen mewujudkan kota yang tertata dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, program sekolah gratis yang menjadi salah satu janji utama pemerintahannya telah direalisasikan, meskipun pelaksanaannya masih perlu penyempurnaan.
“Kita tidak hanya bicara, tapi melakukan, sekolah gratis sudah jalan, pengendalian banjir kita lakukan, walaupun masih ada kekurangan yang harus kita perbaiki,” paparnya.
Khusus program sekolah gratis, Pemkot Sorong telah menyasar 50.369 siswa dari 274 sekolah di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga SMA/SMK negeri.
Berkaitan dengan itu, Pemkot Sorong juga telah menganggarkan Rp17 miliar yang bersumber dari APBD guna membebaskan biaya sekolah gratis secara berjenjang.
Lobat menekankan konsistensi terhadap visi dan janji politik menjadi komitmen utama pemerintahannya, yakni mewujudkan Sorong sebagai kota yang maju, bersih, hijau, aman, dan sejahtera.
Ke depan, Pemkot akan memprioritaskan penguatan infrastruktur kesehatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan.
Ia mengakui keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan, sehingga pemerintah daerah berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna mendongkrak Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Insentif dokter juga perlu ada tambahan agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ungkapnya.
Ia mengapresiasi dukungan penuh Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu untuk pelaksanaan program sekolah gratis di Sorong.
“Kami mohon dukungan semua pemangku kepentingan agar dapat bersinergi dan berkolaborasi membangun Kota Sorong empat tahun ke depan,” pungkasnya.



