PLN Kembangkan Pembangkit Listrik EBT di Nabire, Papua Tengah

Must Read

Teks Foto: Manajer PLN UP3 Nabire, Rakhel Rumbewas di Nabire. (ist)

Jakartarealtime.id – PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) terbarukan (EBT) guna menambah pasokan listrik di Provinsi Papua Tengah.

Manajer PLN UP3 Nabire, Rakhel Rumbewas di Nabire, hari ini menjelaskan pembangkit dengan EBT merupakan program nasional PLN yang diarahkan kepada seluruh unit di daerah agar mulai memanfaatkan sumber energi ramah lingkungan.

“Pembangunan pembangkit listrik EBT seperti tenaga surya dan tenaga air dapat mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang berpotensi menimbulkan polusi,” tegasnya.

Ia mengatakan saat ini PLN Nabire telah menerapkan EBT di daerah-daerah terpencil seperti pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), khususnya untuk melayani wilayah kepulauan di sekitar Kabupaten Nabire.

PLN juga merencanakan penambahan PLTS di wilayah Enarotali untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah Kabupaten Paniai yang sulit terjangkau.

Untuk penambahan PLTS tersebut, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat, khususnya dalam proses pembebasan lahan lokasi PLTS.

“Ke depan kami akan lebih banyak berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk penyediaan lahan pembangkit EBT karena itu menjadi faktor penting dalam percepatan pembangunan,” ucapnya.

Selain untuk memenuhi listrik di wilayah pedalaman, pihaknya juga sedang mempersiapkan pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) untuk memperkuat sistem kelistrikan di area perkotaan Nabire.

PLTA tersebut akan dibangun oleh PLN pusat di sungai Kalibumi dengan kapasitas sebesar 6,35 megawatt (MW).

Survei lokasi pembangunan PLTA telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu oleh PLN pusat dan sudah mendapat persetujuan.

Bahkan peninjauan kembali dilakukan beberapa minggu terakhir untuk memastikan kesiapan lahan dan infrastruktur pendukung.

Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi, termasuk pemerintah provinsi, instansi terkait, serta Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan memperoleh respons yang baik untuk percepatan pembangunan.

Ia menjelaskan pembangunan PLTA tersebut awalnya direncanakan pada 2030, namun setelah mendapatkan sinyal positif dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah, terdapat peluang percepatan sehingga konstruksi diharapkan dapat dimulai pada 2026 atau 2027.

“Pembangunan PLTA Kalibumi masih dalam proses pengurusan izin administrasi di tingkat pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta kantor pusat PLN,” pungkasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest News

Pacu Daya Saing, Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi ke Level yang Lebih Luas

Teks Foto: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (ist) Jakartarealtime.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bekerja keras dan mendesak jajaran...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img