Pembakaran Rumah dan Korban Jiwa di Puncak Jaya Meresahkan Akibat Konflik Pilkada 2024, Pemerintah Didesak Segera Turun Tangan

Must Read

Jakartarealtime.id – Konflik di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, imbas dari kasus Pilkada 2024 lalu hingga kini belum mereda, bahkan bentrokan pun makin meluas diantara dua pendukung massa Paslon tersebut.

Terbaru, sebanyak tiga rumah warga di Kampung Pagaleme, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah dibakar.

Peristiwa kebakaran terjadi saat bentrokan antara pendukung paslon 01 dan 02 pada Pilkada ulang di Mulia, Puncak Jaya.

“Terjadi kebakaran yang menghanguskan tiga unit rumah warga di Kampung Pagaleme, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya,” kata Kombes Yusuf Sutejo, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2025, kepada awak media, Rabu (9/4/2025).

Yusuf menjelaskan, pembakaran rumah warga yang terjadi pada Minggu, 6 April 2025 itu diduga merupakan aksi balasan dari pendukung paslon 02.

Sebelumnya, juga terjadi bentrokan yang menimbulkan korban jiwa.

“Kejadian ini diduga kuat sebagai aksi balasan dari kejadian bentrokan massa paslon 02 sebelumnya, pasca meninggalnya salah satu simpatisan mereka yang dirujuk ke Jayapura,” tambah Yusuf.

Adapun ketiga rumah yang dibakar itu adalah milik Matius Kiwo yang merupakan pensiunan PNS, kemudian H. Ukkas selaku staf ahli PNS, dan Lidik Anggota Satpol PP.

Sebagai informasi, bentrokan yang terjadi pada Pilkada di Mulia Puncak Jaya mengakibatkan 12 orang tewas.

Bentrokan dipicu saling serang antar pendukung pasangan calon kepala daerah di Kabupaten Puncak Jaya.

Selain korban meninggal, peristiwa tersebut juga mengakibatkan ratusan orang mengalami luka-luka yang merupakan pendukung paslon 01 dan 02.

Kemudian, ratusan bangunan terbakar.

Peristiwa nahas ini terjadi sejak 27 November 2024 hingga 4 April 2025.

Adapun dari 12 korban meninggal itu, delapan di antaranya merupakan pendukung dari paslon 01.

Selain itu, sebanyak 91 orang mengalami luka-luka yang mayoritas akibat terkena panah.

Akibat konflik yang tak kunjung reda tersebut membuat ratusan warga di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, mengungsi ke Makopolres Puncak Jaya.

“Warga di Puncak Jaya ini ramai-ramai meninggalkan rumahnya mengungsi ke Polres, Kodim dan sekolah alkitab setempat untuk menghindari jatuhnya korban. Total jumlah pengungsi dari hasil pendataan kami kurang lebih sebanyak 800 orang terdiri dari laki-laki, perempuan dan anak-anak,” tegas Kombes Pol. Yusuf Sutejo.

Kasatgas Humas Ops Danai Cartenz-2025 Kombes Pol Yusuf Sutejo. (ist)

Ia mengatakan telah melaksanakan bakti kemanusiaan dengan membagikan makanan, serta bakti kesehatan melakukan pemeriksaan kesehatan pada ibu-ibu dan anak-anak dengan memberikan vitamin.

Di sisi lain, kata Yusuf, peristiwa kekerasan terhadap warga masih terus terjadi, dimana pada Senin (7/4) terjadi penembakan terhadap mantan Kapolsek Mulia Puncak Jaya, Iptu (anumerta) Jamal oleh orang tak dikenal (OTK).

“Sampai saat ini aparat kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku, serta melaksanakan identifikasi siapa pelakunya. Para pelaku menggunakan sepeda motor berbocengan dan melarikan diri setelah kejadian,” tambahnya.

Selanjutnya, korban penembakan dievakuasi ke Rumah Sakit Mulia untuk penanganan medis dan diserahkan kepada keluarganya.

Upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Satgas Damai Cartenz beserta jajaran kewilayahan di Papua ini juga telah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan senjata dari Jawa.

Ada 18 pucuk senjata api laras panjang maupun pendek dan amunisi sebanyak 3.639 butir.

Apabila senjata api dan amunisi ini berhasil diselundupkan ke Puncak Jaya maka akan lebih banyak lagi bertambah jumlah korban.

Hingga berita ini ditayangkan aparat tetap disiagakan dengan menambah personel Satgas Damai Cartenz sebanyak 100 personel untuk melakukan pengamanan di Puncak Jaya.

Ilustrasi KPUD Puncak Jaya. (ist)

Peristiwa bentrokan dua kubu massa ini juga menimbulkan keprihatinan tersendiri di kalangan masyarakat Papua dan mendesak pemerintah daerah dan pusat untuk segera mengakhiri konflik yang dipicu sengketa pilkada tersebut.

“Pemerintah Provinsi dan Kabupaten harus terlibat serius. Ini bukan masalah kecil karena sudah puluhan nyawa manusia yang jadi korban dan juga banyak fasilitas umum dan rumah warga sudah terbakar,” kata Hanok Herison Pigai, Tokoh Intelektual Muda Papua Tengah, Kamis (10/4/2025).

Hanok juga mengatakan peristiwa kekerasan yang belum terselesaikan ini membuat masyarakat Kabupaten Puncak Jaya resah dan merasa tidak aman sehingga aktivitas kehidupan sehari-hari tak berjalan normal.

“Kami berharap Pemerintah harus duduk bersama menyelesaikan masalah tersebut dengan baik, dengan mengajak Dua Paslon dan pendukungnya dialog bersama difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi,” tandas Hanok Herison Pigai.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest News

Bertemakan Cinta, Diva Ramaniya Rilis Single ‘Tempat Berlabuh’

Teks Foto: Diva Ramaniya. (ist) Jakartarealtime.id - Penyanyi Diva Ramaniya resmi memulai langkahnya di industri musik Indonesia dengan merilis single...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img