Teks Foto: Pemerintah Papua Tengah Mendeklarasikan Eliminasi Malaria. (ist)
Jakartarealtime.id – Kabupaten Mimika tercatat sebagai wilayah dengan tingkat endemisitas penyakit malaria tertinggi di Provinsi Papua Tengah.
Menurut data Dinas Kesehatan Papua Tengah hingga 26 Oktober 2025, nilai Annual Parasite Incidence (API) malaria di Mimika mencapai 453 kasus per seribu penduduk.
Pengelola Program Malaria Dinas Kesehatan Papua Tengah, Yenice Derek menjelaskan, angka tersebut menempatkan Mimika sebagai daerah dengan beban malaria tertinggi dibanding kabupaten lainnya.
“API Mimika 453 per seribu penduduk, angka ini menjadi yang tertinggi di Papua Tengah,” tegasnya.
Selain Mimika, Kabupaten Nabire juga memiliki angka kesakitan malaria yang tinggi, yakni 40 per seribu penduduk, diikuti Kabupaten Puncak dengan 21 per seribu penduduk.
Sementara itu, kategori angka kesakitan sedang (API 1-5) terdapat di Kabupaten Puncak, Puncak Jaya, dan Intan Jaya. Kemudian tiga kabupaten lain yaitu Paniai, Deiyai, dan Dogiyai masuk kategori rendah dengan API di bawah 1.
Yenice mengatakan Pemprov Papua Tengah telah menyatakan komitmen untuk menjadi wilayah bebas malaria lebih cepat dari target nasional 2030.
Komitmen ini dicanangkan sejak awal Agustus, melalui sejumlah langkah strategis di seluruh kabupaten/kota.
“Upaya kami mencakup distribusi kelambu berinsektisida, penguatan kader malaria, peningkatan surveilans, serta integrasi program malaria dengan kesehatan ibu dan anak untuk menekan stunting,” tegasnya.
Program inovatif seperti ‘Tempo Kas Tuntas’ di Kabupaten Mimika juga turut mempercepat penanganan kasus, dengan dukungan pemerintah pusat dan berbagai mitra kesehatan.
Hingga 2024, Papua Tengah masih menjadi provinsi dengan kasus malaria tertinggi di Indonesia, menyumbang lebih dari 93 persen total kasus nasional, bahkan tertinggi di Asia Tenggara dengan hampir 170.000 kasus tercatat pada tahun tersebut.
Penyakit malaria disebut terus mengancam kesehatan masyarakat, terutama ibu hamil dan balita, serta berpotensi menghambat percepatan pembangunan di Papua Tengah.



