Teks Foto: Pemprov Papua Tengah Resmi Meluncurkan 1.428 Koperasi Merah Putih. (ist)
Jakartarealtime.id – Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa dan jajaran Pemprov Papua Tengah, secara resmi meluncurkan koperasi Merah Putih secara simbolis di Pasar Pagi Nabire, Jalan Perintis, Bumi Wonorejo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Senin, (21/7/2025).
Peluncuran ini dilaksanakan sekaligus dalam peringatan hari koperasi nasional ke-78 Tahun 2025.
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa mengatakan, koperasi ini bukan sekadar lembaga ekonomi, namun ini merupakan manifestasi semangat gotong royong.
“Dari kita, oleh kita dan untuk kita, yang merupakan fondasi perekonomian bangsa sebagaimana yang diamanatkan dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945,” kata Meki dalam sambutanya.
Koperasi ini juga disebut mencerminkan demokrasi ekonomi yang memberikan hak setara, bagi setiap anggota untuk ikut menentukan arah masa depan bersama, salam menapaki jalan menuju Indonesia Emas 2045.
“Di Papua Tengah, kita memiliki peran strategis dalam mewujudkan Indonesia yang tidak hanya maju secara teknologi, tetapi juga adil dan berdaulat secara ekonomi. Untuk itu koperasi merah putih menjadi pilar utama dalam pertumbuhan ekonomi yang mengakar kuat di hati masyarakat melalui inklusi ekonomi,” tegasnya.
Meki menilai inisiatif koperasi merah putih sangat relevan dengan pembangunan yang dimulai dari desa, untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
Progres capaian pembentukan koperasi merah putih di Papua Tengah sebanyak, 1.428 yang tersebar di seluruh desa-desa di provinsi ini, dan semuanya telah berhasil disosialisasikan.
Kemudian, ada sebanyak 70,1 persen atau sekitar 847 desa dan kelurahan yang telah melaksanakan musyawarah desa, sebagai tahapan krusial dalam pembentukan koperasi.
Sebanyak 48,1 persen atau sekitar 581 koperasi yang berhasil terbentuk dan mendapatkan status badan hukum.
“Ini adalah bukti nyata kerja keras kita bersama, namun tentunya itu, masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar koperasi desa dan kelurahan merah putih yang dapat terbentuk seluruhnya,” paparnya.

Meki Nawipa mengatakan jika angka-angka yang ada, telah menjadi kontribusi signifikan bagi pencapaian nasional yang menyebutkan lebih dari 80.000 koperasi desa dan kelurahan, yang telah terbentuk melalui musyawarah desa di seluruh Indonesia.
Koperasi-koperasi ini bukan hanya menjadi tempat simpan pinjam, melainkan pusat kegiatan ekonomi yang mencakup gerai sembilan bahan pokok untuk akses barang subsidi seperti gas, beras dan minyak goreng.
Gerai klinik desa disertai apotek, gerai gudang untuk menyimpan, serta logistik dan transportasi untuk mendistribusikan hasil panen.
“Koperasi ini tidak berjalan sendiri, akan tetapi mereka membangun kolaborasi, dan kemitraan dengan berbagai pihak, seperti kelompok tani, koperasi sektor lain, Badan Usaha Milik Desa, usaha swasta, hingga akademisi. Ini adalah pendekatan pentahelix, di mana semua pihak duduk bersama demi satu tujuan, yaitu kesejahteraan rakyat,” katanya.
Gubernur Meki mengajak generasi muda untuk tidak ragu berkoperasi sebagai bagian dari pembelajaran agar mereka semakin mantap untuk berinovasi dan menentukan arah ekonomi keluarga, tetapi juga bangsa.
“Mari kita buktikan bahwa Indonesia adil, makmur, dan berdaulat, bukan karena kekuatan segelintir orang, tapi karena kekuatan bersama rakyat, untuk itu saya berharap koperasi-koperasi ini terus tumbuh menjadi pilar kemandirian ekonomi desa, memperkuat solidaritas sosial, dan mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat Papua Tengah secara berkelanjutan,” tandasnya.



