Teks Foto: Dispendikbud Papua Barat Daya Gelar Bimtek. (ist)
Jakartarealtime.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Papua Barat Daya menggelar bimbingan teknis (bimtek) peningkatan literasi dan numerasi serta pelatihan proktor bagi seluruh jenjang pendidikan.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 15-17 Desember 2025 di Aimas Hotel, Jalan Sorong-Klamono, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.
Kepala Dispendikbud Papua Barat Daya, Adolof Kambuaya mengatakan, bimtek tersebut diperuntukkan bagi tenaga pendidik di seluruh wilayah Papua Barat Daya.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Papua Barat Daya Tahun 2025-2029, menyusul masih rendahnya capaian literasi dan numerasi di daerah tersebut.
“Kami memandang kegiatan ini sangat penting karena permasalahan literasi dan numerasi masih cukup besar. Ini menjadi target Disdikbud Papua Barat Daya untuk mendorong guru di kabupaten dan kota agar mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di semua jenjang pendidikan,” kata Adolof.
Ia menjelaskan, tujuan utama bimtek ini adalah memperbaiki capaian literasi dan numerasi yang masih tergolong rendah.
Banyak anak usia sekolah, khususnya di tingkat SD dan SMP, yang belum mampu membaca dan berhitung dengan baik.
“Mereka bisa membaca, tetapi tidak memahami isi bacaan. Mereka juga bisa menghitung, tetapi tidak mengerti makna dari perhitungan tersebut,” tegasnya.
Menurut Adolof, kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab rendahnya capaian literasi dan numerasi di Papua Barat Daya.
Ia mengaku belum mengingat secara pasti persentase capaian saat ini dan akan menyampaikannya pada penutupan kegiatan.
“Peningkatan literasi dan numerasi merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan peran aktif seluruh guru melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi,” ucapnya.
Bimtek ini diikuti oleh 132 tenaga pendidik dari lima kabupaten dan satu kota di Papua Barat Daya.
Materi yang diberikan meliputi peningkatan literasi dan numerasi serta pelatihan proktor.
Pelatihan proktor berkaitan dengan pelaksanaan asesmen di sekolah, baik nasional maupun daerah, yang memanfaatkan teknologi komputer untuk menilai perkembangan peserta didik.
“Peserta dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok literasi-numerasi dan kelompok proktor,” ucapnya.
Adolof berharap seluruh materi yang disampaikan oleh para narasumber dapat diimplementasikan oleh peserta di sekolah masing-masing.



