Teks Foto: Tampak para ojek Nabire dan Dirlantas Polda Papua Tengah, Kombespol. S. Kunto Hartono didampingi Kasat Lantas Polres Nabire, Iptu Exaudio P.R. Hasibuan beserta jajarannya. (ist)
Jakartarealtime.id – Ciptakan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) kondusif di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Papua Tengah tatap muka dengan komunitas ojek Nabire.
Tatap muka ini dengan dengan slogan menyapa dan hadir melayani masyarakat.
Tatap muka berlangsung penuh keakraban itu, dilaksanakan pada pukul 10.00 WIT di Warung makan Madura, Jalan Jenderal Sudirman, Distrik Nabire Kota, Jumat (30/1/2026).
Sementara turut hadir dalam pertemuan ini Dipimpin langsung oleh, Dirlantas Polda Papua Tengah, Kombespol. S. Kunto Hartono didampingi Kasat Lantas Polres Nabire, Iptu Exaudio P.R. Hasibuan beserta jajarannya.
Dalam pertemuan tersebut, banyak hal mereka bicarakan, salah satunya membangun kolaborasi dengan pihak Polantas.
Kombes Pol S. Kunto Hartono mengatakan, komunitas ojek harus selalu kompak karena komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi merupakan kunci kebersamaan.
“Jika ada masalah yang terjadi antar ojek, maka itu diselesaikan dengan kepala dingin, baik pelaku maupun korban sama-sama karena akan rugi,” tegas Kombes Pol S. Kunto.
Ia juga mengajak para ojek untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di Papua Tengah karena, kedepan Dirlantas Polda Papua Tengah bakal menggelar lomba kolaborasi pelopor keselamatan berlalu lintas.
Senada dengan Dirlantas, Kasat Lantas Polres Nabire, Iptu Exaudio P.R. Hasibuan, menekankan pentingnya legalitas dan etika di jalan raya.
Ia juga mengingatkan, setiap pengemudi ojek wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sebagai bukti kompetensi.
kemudian, pengendara ojek juga harus selalu taat terhadap setiap peraturan lalu lintas.
“Jangan bonceng penumpang lebih dari satu orang atau bonceng tiga, karena itu sangat berisiko bagi keselamatan. Nyawa penumpang ada di tangan Anda, maka layanilah dengan penuh tanggung jawab,” tegas Iptu Exaudio.
Sementara Kanit Kamsel Satlantas Polres Nabire, Aiptu Nanto, meminta para pengurus ojek Nabire untuk lebih memperhatikan kesejahteraan anggotanya dan tidak hanya menarik iuran semata.
Dia juga mengingatkan para ojek agar untuk selalu mengutamakan keselamatan penumpang dalam berkendara, salah satunya menggunakan helm.
“Kenapa ini penting, karena sesuai undang-undang nomor 22 Tahun 2009, pengendara dan penumpang wajib menggunakan helm SNI, dan sampai saat ini, masih banyak kelalaian di lapangan. Sikap serakah dengan membonceng dua penumpang sekaligus, dan itu sangat berbahaya, untuk itu mohon agar kedepan tidak dilakukan lagi. Mari kita ciptakan budaya jalan raya yang aman dan tertib,” kata Aiptu Nanto.
Sedangkan Ketua Komunitas Ojek Helm Biru Nabire, John Basna N.A menyambut baik tatap muka ini.
“Untuk itu saya hanya mau usulkan, kalau bisa bapak Dirlantas Polda Papua Tengah menjadi ketua umum komunitas ojek Nabire agar dengan begitu dapat memperkuat kemitraan kami dengan Polisi,” ucap John.
Dia pun mengapresiasi kegiatan tatap muka tersebut yang sudah berjalan dengan penuh keharmonisan.
“Dengan begini, kami merasa di ayomi,” ucapnya.
Diketahui, kegiatan tatap muka ini diakhir dengan aksi pembagian helm gratis dan bingkisan kepada para pengemudi ojek.



