Teks Foto: Bupati Puncak, Elvis Tabuni. (ist)
Jakartarealtime.id – Bupati Puncak, Elvis Tabuni secara resmi mengeluarkan larangan kepada pemuda atau pria dewasa asal Kabupaten Puncak bepergian ke Timika, Kabupaten Mimika dalam waktu dekat.
Larangan tersebut dikeluarkan untuk menghindari terjadinya konflik atau perang yang kembali terulang di Distrik Kwamki Narama, seperti beberapa waktu lalu.
“Untuk semua laki-laki di Ilaga, Beoga atau Sinak saya tidak izinkan keluar dari Puncak ke Timika. Karena kalau mereka ke Timika mereka membentuk kekuatan dan bisa terjadi perang lagi,” kata Bupati Elvis di Ibukota Ilaga, Kamis (22/01/2026).
“Sementara ibu-ibu boleh berangkat kesana (Timika) untuk keperluan belanja atau orang sakit kita bisa kirim ke Timika, tapi laki-laki jangan,” tambahnya.
Menurut Elvis, langkah ini diambil sebagai salah satu solusi jangka pendek untuk mencegah terjadinya bentrok antar warga kembali pecah di Kwamki Narama, Timika.
Sebagai kepala daerah, Elvis mengaku ikut malu terhadap pemerintah daerah dan masyarakat Mimika yang terdampak akibat perang itu.
“Gara-gara ini, Bupati Mimika selalu menyampaikan kepada kami, kenapa Bupati Puncak tidak bisa membawa masyarakatnya. Jadi kalau ada kasus perselingkuhan berujung konflik di Timika ya itu diselesaikan di Timika, ada konflik di Ilaga ya selesaikan di Ilaga,” tambahnya.
“Jangan masyarakat datang ke Timika tinggal lama di sana dan terlibat perang lagi,” paparnya.
Elvis menegaskan, larangan itu berlaku untuk semua distrik di Puncak dan siap memantau mobilisasi warga laki-laki, baik itu dari Ilaga, Gome, Sinak, Beoga maupun Bina di setiap bandara perintis.
“Jadi saya tegaskan lagi, saya tidak izinkan laki-laki dari Puncak keluar ke Timika, kecuali sakit. Itupun harus diantar oleh istri,” paparnya.
Sebelumnya dua kelompok warga dari kubu Kewenggalen dan Dang terlibat bentrok di Kwamki Lama, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika sejak November 2025.
Akibat bentrok tersebut, 10 orang dari kedua kubu dilaporkan meninggal dunia.
Bentrok ini baru bisa diselesaikan dengan dengan ritual belah kayu, patah panah, tukar babi, dan saling kunjung antarkedua kubu pada 12 Januari 2026.



