Teks Foto: Jalan Longsor di Papua Tengah. (ist)
Jakartarealtime.id – Bencana alam longsor yang terjadi di KM 139 dan KM 141 telah mengakibatkan putusnya akses transportasi angkutan sembako dan BBM ke Kabupaten Dogiyai-Paniai-Deiyai, Provinsi Papua Tengah.
Tokoh Pemuda Papua Tengah, Hanok Herison Pigai membenarkan jika akses jalan di wilayahnya tersebut hingga kini mengalami kendala.
“Longsor parahnya itu di wilayah kami sepanjang 400 meter, hal itu terjadi pada tanggal 15 Agustus 2025,” kata Hanok Herison Pigai, Sabtu (23/8/2025).

Hanok Herison Pigai juga mengatakan jika ruas Jalan Nasional Nabire–Enaro putus total di KM 139 akibat longsor.
“Akibatnya, arus transportasi barang dan jasa terhenti beberapa hari. Kondisi ini berdampak besar pada terputusnya urat nadi ekonomi, melonjaknya harga kebutuhan di pedalaman, hingga terganggunya pelayanan pemerintahan di beberapa kabupaten yang sangat bergantung pada jalur darat,” papar Tokoh Pemuda Adat Papua.
Akibat bencana alam tersebut, menurutnya pasokan listrik dari PLN terganggu dan harga BBM melonjak tinggi.
“Dampak ekonominya cukup besar yakni BBM dipatok harganya dari mulai Rp 50 Ribu hingga Rp 100 Ribu satu liter,” jelasnya.
Direktur YAPKEMA ini berharap kepada Balai Nasional Pekerjaan Umum untuk segera memperbaiki ruas jalan Nabire Ilaga.
“Kami mohon bantuannya agar bisa memfokuskan mengerjakan 5 titik longsoran, longsor paling Parah di KM 139,” tegasnya.
Hanok Herison Pigai juga berharap Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Nawipa agar mendorong Departemen terkait segera menangani masalah tersebut.
“Kami sangat berharap cepat tanggap dari Pak Gubenur untuk segera mengkoordinasikan masalah bencana longsor ini, agar kehidupan masyarakat kembali berjalan normal, baik aktivitas sekolah, aktivitas ekonomi, roda pemerintahan dan lain sebagainya,” pungkas Hanok Herison Pigai.

Di tempat terpisah, Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley bersama tiga bupati (Deiyai, Paniai, dan Dogiyai) telah bersepakat agar suplai BBM sementara dilakukan melalui jalur udara dari Mimika ke Waghete, Kabupaten Deiyai.
Hari ini, dua pesawat kargo telah mendarat di Bandara Waghete membawa bahan bakar khusus untuk PLN.
Dengan adanya pasokan ini, aliran listrik di Deiyai dipastikan menyala penuh 24 jam.
Ia menambahkan, pengiriman BBM akan dilakukan setiap hari dengan kapasitas sekitar 4.000 liter selama satu bulan ke depan, hingga jalan trans Nabire-Paniai kembali normal.



