Teks Foto: Warga Kampung Yapan dan Kampung Mantembu. (ist)
Jakartarealtime.id – Derasnya banjir luapan Sungai Manaenam tak hanya menggerus bantaran sungai, tetapi juga merobek ketenangan warga Kampung Yapan dan Kampung Mantembu, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua.
Di tepian sungai itu, satu per satu kuburan leluhur ambruk, terseret banjir, meninggalkan duka yang tak terhitung oleh angka. Sejak 2024 hingga 2025, warga mencatat 14 kuburan di pemakaman Mantembu rusak akibat pengikisan tanah dan banjir.
Dari jumlah itu, tujuh jasad berupa tulang belulang berhasil dievakuasi dan dikuburkan kembali secara gotong royong.
Namun, tujuh kuburan lainnya hilang tersapu arus sungai tanpa sempat diselamatkan.
Bagi warga, peristiwa ini bukan sekadar bencana alam, melainkan luka batin yang terus terbuka.
Kuburan bukan hanya tempat peristirahatan terakhir, tetapi ruang sakral yang menyimpan sejarah, identitas, dan ikatan emosional lintas generasi.
“Setiap kali hujan deras, kami takut. Takut kuburan keluarga kami hilang lagi,” papar Gusdur Wayeni, warga Kampung Mantembu, Sabtu (3/1/2026).
Warga Desak Bronjong dan Talud Permanen Gusdur mengatakan, masyarakat Kampung Yapan dan Kampung Mantembu mendesak pemerintah segera melanjutkan pembangunan bronjong atau talud permanen di bantaran Sungai Manaenam, khususnya di wilayah Kampung Mantembu.
Mereka menilai normalisasi sungai yang selama ini dilakukan belum efektif menahan laju pengikisan tanah.
“Upaya normalisasi sungai yang selama ini dilakukan pemerintah dinilai kurang efektif,” tegasnya.
Menurut warga, struktur tanah di kawasan tersebut berupa tanah halus berpasir sehingga material timbunan mudah tergerus saat banjir datang.
“Baru ditimbun, hujan besar datang, semua hilang lagi. Kami butuh pengaman sungai yang kuat, bukan sementara,” ucap Martinus Wandamani.
Dilaporkan ke Komnas HAM Merasa keluhan mereka belum mendapat respons serius, warga akhirnya melaporkan kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Manaenam ke Komnas HAM.
Martinus mengatakan laporan tersebut telah ditindaklanjuti dan rekomendasi telah diterbitkan.



