Teks Foto: Demo Mahasiswa Papua. (ist)
Jakartarealtime.id – Kericuhan warnai aksi unjuk rasa mahasiswa Papua di Jalan Lanto Daeng Pasewang, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (1/11/2024).
Unjuk rasa peringatan 64 tahun deklarasi kemerdekaan bangsa West Papua, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (1/11/2025) siang.
Mereka berunjuk rasa setelah sebelumnya berkumpul di asrama mahasiswa Papua, depan Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi.
Kericuhan terjadi, saat koordinator lapangan meminta agar peserta aksi mundur.
Namun, beberapa peserta aksi lainnya menolak dan merangsek maju.
Mereka lalu menyerang barikade aparat kepolisian dari Sabhara Polrestabes Makassar.
Petugas kepolisian yang dilengkapi tameng dan pentungan tampak tetap tenang mendapatkan tendangan dan pukulan beberapa pendemo.
Tidak hanya itu, beberapa peserta demo dari mahasiswa Papua, juga sempat melempar ke arah petugas.
Beberapa perwira yang hadir, seperti Kapolsek Mamajang AKP Mustari Alam berusaha menenangkan situasi bersama beberapa perwira Polrestabes Makassar lainnya.
Beruntung situasi memanas itu, dapat diredam oleh kepolisian dan juga kordinator lapangan aksi.
“Tetap tenang teman-teman, ikuti instruksi korlap,” ucap polisi menggunakan pengeras suara dari kendaraan taktis Raisa.
Dua kelompok yang demo.
Forum Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Peduli Rakyat Papua (FSPM-PRP) dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) .
Dalam orasinya, mahasiswa menyuarakan kemerdekaan Papua Barat.
Salah satu peserta aksi tampak melukis bendera Bintang Kejora.
Aksi mahasiswa Papua ini, dijaga ratusan personel kepolisian dari Polrestabes Makassar dan Brimob Polda Sulsel.
Tampak pasukan Sabhara Polrestabes Makassar membentuk barikade barisan di pertigaan Jalan Lanto Daeng Pasewang-Jl Rusa.
Mereka membentuk barikade tepat di depan pengunjuk rasa mahasiswa merdeka.
Tujuannya menghalau mahasiswa Papua yang hendak melakukan long march ke Monumen Mandala, Jl Jenderal Sudirman.
Di sisi barat dari arah Jl Dr Ratulangi sekitar 200 meter dari lokasi aksi mahasiswa Papua, hadir juga puluhan mahasiswa dan ormas.
Kelompok mahasiswa dan ormas ini, juga berunjuk rasa sambil membawa bendera merah putih.
“Pastikan tidak ada bendera yang berkibar selain bendera merah putih,” teriak orator aksi dari kelompok ormas dan mahasiswa.
Aksi kelompok ormas itu, juga dijaga ketat puluhan pasukan Brimob bertameng sambil membawa pentungan.
Tujuannya, agar menghalau kelompok mereka bertemu dengan kelompok pendemo dari mahasiswa Papua.
Sementara itu, di sisi utara, Jalan Rusa, juga disiagakan puluhan aparat Brimob Polda Sulsel.



