Rayakan Milad FBR ke-25 Tahun, Pramono Anung Ingin Lestarikan Budaya Betawi dan Menjaga Kondusivitas Jakarta

Must Read

Teks Foto: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, Fauzi Bowo, Rano Karno dan Lainnya, Hadiri Milad FBR ke-25 Tahun. (ist)

Jakartarealtime.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Gubernur Rano Karno, hingga Mantan Gubernur, Fauzi Bowo terlihat hadir merayakan Milad atau HUT ke-25 Tahun, Forum Betawi Rempug (FBR) di Jalan Benyamin Sueb Raya Blok C3, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026) pagi.

Pramono Anung Wibowo menegaskan komitmennya untuk memperkuat identitas budaya Betawi dengan mempercepat penerbitan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ), khususnya Pasal 31 yang mengatur pelibatan lembaga adat dalam pemajuan kebudayaan.

Pramono mengatakan upaya memperkuat kelembagaan adat Betawi telah menjadi pembahasan bersama berbagai pihak, termasuk Ketua Umum FBR, Kiai Lutfi Hakim.

Menurutnya, regulasi tersebut perlu segera diterbitkan agar pelaksanaan amanat Undang-Undang DKJ dapat berjalan optimal.

“Mumpung di sini ada Bang Foke (Fauzi Bowo) mari segera terbitkan pergub untuk lembaga adat dan kebudayaan Betawi. Soal siapa yang mengisi dan penempatannya, saya tidak ikut campur. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memfasilitasi,” kata Pramono Anung.

Pramono Anung Hadiri Milad FBR ke-25 Tahun. (ist)
Pramono Anung Hadiri Milad FBR ke-25 Tahun. (ist)

Ia menegaskan pemerintah hanya berperan sebagai fasilitator, sedangkan pengelolaan lembaga adat nantinya diserahkan kepada tokoh dan masyarakat Betawi sesuai mekanisme yang berlaku.

Dalam kesempatan itu, Pramono juga mengungkapkan alasan personal yang memperkuat komitmennya terhadap pelestarian budaya Betawi.

“Anak saya perempuan, orang Jawa, menantu saya Betawi 100%. Nanti ketika cucu saya ditanya, ‘Kamu siapa?’, pasti dia akan menjawab, ‘Saya Anak Betawi.’ Karena itu saya juga punya tanggung jawab terhadap masa depan budaya Betawi,” tegasnya.

Pramono Anung menekankan, penguatan budaya Betawi tidak berhenti pada simbol-simbol budaya, seperti ondel-ondel, palang pintu, maupun pertunjukan silat.

Menurutnya, pelestarian budaya harus menyentuh aspek yang lebih mendasar, termasuk peningkatan kesejahteraan dan masa depan masyarakat Betawi.

Sebagai bentuk implementasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menerapkan sejumlah kebijakan yang mengangkat budaya lokal di lingkungan Balai Kota.

Setiap hari Rabu, aparatur pemerintah diwajibkan mengenakan busana Betawi dan kebaya encim sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya daerah.

Selain itu, hidangan khas Betawi, seperti dodol dan bir pletok kini menjadi sajian resmi dalam berbagai jamuan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Menjelang peringatan 500 tahun Kota Jakarta, Pramono berharap nuansa kebudayaan Betawi semakin kuat mewarnai ibu kota.

Ia juga menyatakan dukungan terhadap usulan FBR untuk menggelar khataman Al-Quran sebanyak 500 kali yang melibatkan masyarakat luas.

“FBR adalah organisasi akar rumput yang besar dan solid di Jakarta. Urusan Betawi bukan sekadar ondel-ondel atau silat, bahkan yang paling mendasar adalah masa depan anak-anak Betawi,” jelas Pramono Anung.

Penerbitan Pergub Lembaga Adat Betawi diharapkan menjadi landasan hukum yang memperkuat peran masyarakat adat dalam menjaga, mengembangkan, dan memajukan kebudayaan Betawi sebagai identitas khas Jakarta di era Daerah Khusus Jakarta.

Pramono Anung dan Rano Karno beserta istrinya. (ist)
Pramono Anung dan Rano Karno beserta istrinya. (ist)

Pramono Anung juga mengajak keluarga besar FBR ikut menjaga Kota Jakarta agar tetap aman dan kondusif.

Ia menilai pelestarian budaya Betawi dan menjaga kondusivitas Jakarta menjadi bagian penting dalam perjalanan kota menuju usia lima abad.

“Jakarta sebagai kota global, enggak ada gunanya hanya membangun fisik. Kalau membangun fisik itu yang menikmati juga bukan terutama yang grassroot ini. Tetapi rasa memiliki anak-anak Betawi ini kepada kotanya, kepada pemerintahnya, kepada organisasinya, kepada kita semua harus terus dijaga,” ucap Pramono Pramono Anung.

Pramono juga menilai FBR merupakan organisasi masyarakat akar rumput yang memiliki peran besar dalam menjaga Jakarta.

“Saya bersyukur hari ini hadir Milad FBR ke-25. Ini adalah organisasi akar rumput yang besar di Jakarta. Ini adalah organisasi yang solid,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Rano Karno juga menegaskan komitmen Pemprov DKI untuk terus menguatkan identitas Betawi di tengah transformasi Jakarta menjadi kota global.

Menurutnya, berbagai kegiatan kebudayaan Betawi kini terus dihidupkan di lingkungan Balai Kota maupun ruang-ruang publik.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest News

Melalui Aplikasi JakOne Mobile, Bank Jakarta Raih Penghargaan ‘Digital Excellence Awards 2026’

Teks Foto: Ilustrasi JakOne Mobile. (ist) Jakartarealtime.id - Tahun 2026 patut dacungi jempol bagi Bank Jakarta yang sering meraih penghargaan. Terbaru,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img