Teks Foto: Band ‘Locker’. (mia)
Jakartarealtime.id – Bertepatan dengan Perayaan HARI Anak Nasional (HAN) 2026, Band ‘Locker’ merilis karya terbarunya berjudul ‘Trapped’.
Band ‘Locker’ yang digawangi oleh Regitha (vokalis), Namira (keyboardis), Adriel (gitaris), Mikail (bassis), dan Symphony (drumer) ini menceritakan tentang lagu tersebut.
“Trapped itu artinya terjebak, jadi lagu ini menceritakan tentang seseorang yang terjebak dalam perasaan cinta,” tutur Regitha, vokalis Band ‘Locker’, saat ditemui di Pawon Sultan, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (2/8/2026).
Lagu tersebut membawa optimisme tersendiri bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk berkarya dan bermimpi besar.
“Lagu ini diciptakan oleh saya sendiri, jadi locker itu sebuah tempat penyimpanan, seperti tempat menyimpan perasaan kita dan lain-lain. Lagu ini punya ciri khas tersendiri,” papar Regitha.

Namira yang merupakan sang keyboardis Band ‘Locker’ mengatakan jika bandnya tersebut baru terbentuk.
“Kita sepakat menggunakan genre pop kreatif, semoga lagu-lagu kita nanti banyak disukai masyarakat Indonesia,” harap Namira.
Band ‘Locker’ tampil percaya diri membawakan karya-karya orisinal mereka.
Penampilan yang paling menyita perhatian datang dari sang drummer, Symphony.
Di usianya yang masih duduk di bangku kelas VI sekolah dasar (SD), ia mampu memainkan ritme dengan tenaga, presisi, dan gestur panggung yang matang.
Kehadirannya menjadi bukti bahwa bakat dapat tumbuh sejak dini ketika mendapat ruang untuk berkembang.
Meski berasal dari latar belakang yang berbeda, kelima personel justru menjadikan keberagaman tersebut sebagai kekuatan utama.

Band yang baru terbentuk pada Mei 2026 ini memilih awal Agustus sebagai waktu pengumuman resmi kepada publik.
Momen tersebut sengaja dipilih sebagai bagian dari semangat Hari Anak Nasional sekaligus menyambut Bulan Kemerdekaan.
Selain lagu ‘Trapped’, band tersebut juga akan merilis lagu berjudul ‘Are U Still Here’.
Kedua lagu tersebut lahir dari proses kreatif para personel sendiri, termasuk penulisan lirik yang dilakukan oleh sang vokalis.
Pembina sekaligus produser Locker, Harry Toledo, menilai keberagaman karakter musik setiap personel menjadi modal penting dalam membangun identitas band.
“Locker terbentuk dari personel yang memiliki latar belakang genre berbeda. Ada yang menyukai rock, metal, pop, jazz, hingga K-Pop. Perbedaan itu justru membuat mereka bisa menciptakan warna musik yang kaya. Karena itu, kami mengembangkan identitas mereka sebagai pop creative,” tegasnya.
Harry meyakini kombinasi berbagai pengaruh musik tersebut akan menjadi kekuatan Locker dalam menghasilkan karya yang segar sekaligus dekat dengan generasi muda.
Cerita pertemuan para personelnya pun terbilang unik.
Adriel dan Mikail pertama kali saling mengenal ketika sama-sama sedang melihat gitar dan bass di sebuah toko musik.
Sementara Regitha dan Namira telah berteman sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).
Dari pertemuan-pertemuan sederhana itulah kemudian lahir sebuah kolaborasi yang kini berkembang menjadi sebuah band.
Mayoritas personel Band ‘Locker’ saat ini masih duduk di kelas X dan XI SMA.
Hanya Symphony yang usianya jauh lebih muda karena masih bersekolah di kelas VI SD.
Namun, perbedaan usia tersebut tidak menjadi penghalang untuk membangun kekompakan di atas panggung.
Di bawah naungan AZ Production, Locker menargetkan perjalanan jangka panjang.
Dalam lima tahun ke depan, mereka berharap karya-karyanya tidak hanya diterima oleh penikmat musik di Indonesia, tetapi juga mampu menembus pasar internasional.



