Teks Foto : Poster Drama Musikal ‘Pengin Hijrah’. (ist)
Jakartarealtime.id – Drama musikal inspiratif dan spektakuler berjudul sama dengan filmnya ‘Pengin Hijrah’, bakal segera hadir di bioskop seluruh Indonesia.
Damar Rizal Marzuki didapuk menjadi sutradaranya dan perhelatan akbar itu digelar di Graha Bakti Budaya.
Biasanya tayang dulu di bioskop lalu dipentaskan tapi kali ini pihak MBK gandeng IKJ buat tradisi baru.
Suzen HR. Tobing selaku Wakil Rektor II Institut Kesenian Jakarta (IKJ) mengatakan drama musik ‘Pengin Hijrah’ sangat inklusif untuk semua pecinta seni pertunjukkan berkelas dunia dengan teknologi Immersive memanjakan mata anda.
“IKJ dan MBK siapkan pertunjukkan yang tidak hanya menggugah universalitas cinta sesungguhnya tapi ‘hijrah’ hakiki itu tidak dalam perspektif agama tapi kemanusiaan,” jelasnya.
Sinopsis Teater Musikal ‘Pengin Hijrah’
Alina (Rahel Putri Ardani Budiono), seorang mahasiswi penerima beasiswa yang juga seorang infuencer yang populer dan menjalani kehidupan yang penuh gemerlap di dunia digital.

Namun, hidupnya berubah drastis setelah kecerobohan pacarnya dalam memposting foto seksi Alina hingga membuatnya mendapat citra kampus tercoreng.
Akibatnya, beasiswanya dicabut, nama baiknya di kampus rusak, dan ia kehilangan banyak kesempatan mendapatkan penghasilan dari endorsement.
Ditambah dengan komentar pedas netizen yang terus menyerangnya.
Alina mulai mempertanyakan kehidupannya, dalam kegalauan dan keterpurukan, ia berpikir untuk hijrah dan memperbaiki diri.
Di sisi lain, Omar (Mahatva Zakie Siregar), seorang mahasiswa tingkat akhir yang dikenal religius, tengah berjuang menyelesaikan skripsinya.
Namun, hijrahnya juga bukan tanpa tantangan, banyak godaan dan distraksi yang membuatnya sulit fokus.
Pertemuan Alina dan Omar menjadi titik balik dalam perjalanan mereka.
Alina terinspirasi oleh keteguhan Omar, sementara Omar justru diuji dengan kehadiran Alina yang tanpa sadar menarik perhatiannya.
Namun, justru saat hubungan mereka semakin dalam, konik baru muncul.
Omar dipanggil oleh neneknya untuk pulang ke Uzbekistan, tanpa mengetahui bahwa di sana, keluarganya telah menyiapkan perjodohan untuknya dengan seorang gadis keturunan Uzbekistan.
Omar pun dihadapkan pada dilema besar yaitu:
1. Haruskah ia menerima kehendak keluarganya yang sudah menyiapkan masa depannya sejak lama?
2. Ataukah ia memperjuangkan perasaan dan keyakinannya sendiri dengan Alina? Omar memutuskan untuk mendatangkan Alina ke Uzbekistan demi memperjuangkan hubungan mereka. Namun, kedatangan Alina justru menjadi ujian baru. Keluarga Omar menolaknya dengan dingin, memandangnya bukan sebagai calon istri yang pantas bagi Omar. Kecewa dan sakit hati, Alina pergi meninggalkan semuanya. Omar pun berusaha mati-matian mencarinya di setiap penjuru kota Uzbekistan, berlari melawan takdir yang seakan menghalangi jalannya. Di tengah salju yang turun di jalanan kota tua Samarkand, Omar akhirnya menemukan Alina. Namun, apakah mereka benar-benar ditakdirkan bersama? Ataukah hijrah mereka justru harus berpisah demi kebaikan masing-masing.



