Teks Foto: Kepala Bidang Data dan Layanan Pendidikan, Yulianus Kuayo. (ist)
Jakartarealtime.id – Pemprov Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi membuka rekrutmen Tenaga Mapega Guru Kontrak Daerah untuk penempatan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) tahun 2025.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Data dan Layanan Pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, Yulianus Kuayo, menjelaskan perekrutan ini dilatarbelakangi oleh tingginya jumlah anak tidak sekolah di daerah tersebut.
Menurutnya, terdapat beberapa kategori anak yang tidak bersekolah.
Pertama, anak-anak yang sama sekali tidak tercatat di satuan pendidikan, mulai dari TK-PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK.
Angkanya terbilang signifikan bila dibandingkan dengan total penduduk Papua Tengah yang mencapai 1,3 juta jiwa.
Kategori kedua, yakni anak-anak yang telah menamatkan sekolah tetapi tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya.
Kondisi ini, kata Yulianus, umumnya dipengaruhi oleh ketiadaan guru di sekolah sekitar, maupun keterbatasan biaya, baik di wilayah perkotaan maupun kampung.
Adapun kategori ketiga adalah anak-anak yang terpaksa putus sekolah di tengah jalan.
“Kategori ketiga ini jumlahnya relatif kecil dibandingkan dua kategori sebelumnya,” ungkapnya.
Yulianus mengatakan pihaknya memandang perlu menghadirkan solusi dengan merekrut guru Mapega untuk menjangkau langsung anak-anak di wilayah 3T.
“Nantinya akan ada dua guru yang ditempatkan dari masing-masing distrik di delapan kabupaten Papua Tengah. Mereka diharapkan bisa mengisi posisi guru TK maupun SD,” tegasnya.
Pemprov Papua Tengah berharap program ini mampu membuka akses pendidikan lebih luas, sekaligus menekan angka anak tidak sekolah yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama.



