Komnas HAM Dalami Dugaan Kekerasan di Nduga yang Dilakukan Oknum TNI

Must Read

Teks Foto :
Buku-buku berhamburan di kantor SD Negeri Yuguru, Distrik Mebrarok Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. (ist)

Jakartarealtime.id – Komnas HAM tengah mendalami laporan dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang diduga dilakukan oleh aparat TNI di Kampung Yuguru, Distrik Mebarok, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

Laporan tersebut sebelumnya dirilis oleh Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP).

Ketua Komnas HAM, Atnike Nova Sigiro mengatakan pihaknya masih mengumpulkan data dan informasi awal sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Kondisi HAM di Papua, senantiasa menjadi prioritas atensi Komnas HAM.

“Kami sedang mengumpulkan informasi terkait peristiwa Yuguru. Seperti prosedur kami selama ini, jika ada dugaan pelanggaran HAM atau peristiwa yang perlu diberi atensi khusus, dapat dilakukan pemantauan. Peristiwa ini dalam tahap pengumpulan informasi awal,” tegas Atnike Nova Sigiro, Kamis (24/4/2025.

Dalam laporan YKKMP, disebutkan telah terjadi serangkaian tindakan kekerasan oleh aparat militer, termasuk dugaan penculikan, penyiksaan, hingga pembunuhan warga sipil.

Peristiwa itu disebut terjadi pada Maret 2024 di Yuguru.

Laporan mencantumkan timbulnya serangkaian kehilangan hak warga sekitar pasca pembebasan pilot Susi Air September 2024 lalu.

“Karena penyerahan dilakukan tanpa kesepakatan antara kedua belah pihak, sehingga belakangan ini kami mendapat laporan dari warga setempat bahwa masyarakat Yuguru telah merasa kehilangan hak kebebasan dan hak rasa nyaman di kampung mereka,” jelas Direktur YKKMP, Theo Hesegem, Selasa (22/4/2025).

Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigadir Jenderal Kristomei Sianturi membantah beberapa poin dalam laporan tersebut, khususnya tuduhan tentang perusakan rumah warga serta pendirian pos militer di lokasi kejadian.

TNI menyatakan keberadaannya di Nduga bertujuan menjaga stabilitas keamanan menyusul meningkatnya aktivitas kelompok bersenjata di wilayah tersebut.

“Kehadiran pos TNI di sana untuk memutus komunikasi dan ruang gerak gerombolan OPM serta melindungi masyarakat wilayah Yuguru dari intimidasi, ancaman, kebiadaban OPM seperti yang dilakukan terhadap guru-guru, tenaga kesehatan, serta warga pendulang beberapa waktu lalu,” kata Kristomei, Rabu (23/4/2025).

Terkait pembongkaran sembilan rumah warga sebagaimana disampaikan YKKMP, Kristomei menjelaskan aktivitas TNI di lokasi tersebut semata-mata untuk membenahi akses Bandara Yuguru.

“Tidak benar terjadi pengrusakan sembilan rumah, yang terjadi bahwa prajurit TNI sedang membenahi akses Bandara Yuguru sehingga bandara dapat digunakan untuk pendorongan logistik,” pungkasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest News

Film ‘Danur: The Last Chapter’, jadikan Prilly Latuconsina Merasa Sukses Bintangi Genre Horor

Teks Foto: Prilly Latuconsina dan lainnya. (ist) Jakartarealtime.id - Aktris Prilly Latuconsina merasa bangga dan terharu lantaran bisa merampungkan film...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img