Teks Foto: Tokoh Adat dan Pemuda di Nabire. (ist)
Jakartarealtime.id – Kepala suku, tokoh adat, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan di Nabire, Papua Tengah, mendeklarasikan sikap tegas mengecam segala aksi kekerasan yang dilakukan kelompok separatis bersenjata demi menjaga Tanah Papua tetap aman, damai, dan sejahtera.
Deklarasi ini merupakan bentuk komitmen berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam Barisan BMP RI, Pemuda Adat Saireri II, Badan Musyawarah Adat Papua Papua Tengah, Forum Peduli Masyarakat Adat Papua, serta Aliansi Pemuda Papua di Papua Tengah.
Dalam pernyataannya, para tokoh secara tegas mengecam aksi kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Tanah Papua.
“Kami mengutuk keras segala bentuk kekerasan yang dilakukan oleh KKB terhadap tenaga medis, guru, pilot, hingga masyarakat sipil,” ucapnya di Sekretariat Bersama pada Senin (16/02/2026).
Menurut para tokoh, Tanah Papua merupakan tanah Injil yang diberkati dan tidak boleh dinodai dengan tumpahan darah karena hal itu hanya akan menghambat pembangunan serta kesejahteraan generasi penerus.
Mereka juga menyatakan komitmennya untuk terus berdiri bersama pemerintah dalam menjaga stabilitas keamanan dan kedamaian di Bumi Cenderawasih, serta mengajak seluruh masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh aksi-aksi kekerasan yang dapat merusak persatuan.



