Teks Foto: Ilustrasi Inflasi 0,29%. (ist)
Jakartarealtime.id – Awali Tahun 2026 tepatnya pada Bulan Januari 2026, Kota Sorong mengalami inflasi bulan ke bulan sebesar 0,29 %. Demikian rilis yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sorong, Senin, 2 Februari 2026.
Sedangkan untuk tahun ke tahun, Kepala Subbagian Umum BPS Kota Sorong, Tri Rotua Siagian menyebutkan terjadi inflasi sebesar 3,86 % dan inflasi tahun kalender sebesar 0,29 %.
“kalau kita melihat perkembangan inflasi bulan ke bulan, maka pada bulan Januari 2025 terjadi deflasi sebesar -1,25 %, berbanding terbalik dengan bulan Januari 2026 yang mengalami inflasi,” kata Tri Rotua Siagian.
Tri menyebutkan, jika dilihat berdasarkan kelompok pengeluaran, maka kelompok yang mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok pakaian dan alas kaki dengan tingkat inflasi sebesar 2, 85 % dengan andil sebesar 0,09 %.
“Kemudian untuk kelompok yang mengalami deflasi terdalam yaitu, kelompok transportasi dengan tingkat inflasi sebesar -2,01 % dengan andil inflasi -0,21 %,” ujarnya.
Untuk komoditas penyumbang inflasi dan deflasi di Kota Sorong pada Bulan Januari 2026 yakni ikan tuna sebesar 0,55 %, emas perhiasan 0,05 %, buku pelajaran SD 0,05 %, bayam 0,04 %, dan ikan layang sebesar 0,04 %. Sedangkan komoditas penymbang deflasi secara M-to-M yaitu, cabe rawit 0,27 %, angkutan udara 0,19 %, cabai merah 0,05 %, wortel 0,04 %, dan ikan kuwe sebesar 0,03 %.
Tri menambahkan, untuk inflasi tahun ke tahun Bulan Januari 2026 berdasarkan kelompok pengaluaran, maka inflasi tertinggi terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 8,58 % dengan andil inflasi 1,47 %. Sedangkan untuk deflasi terjadi pada kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar -0,40 % dengan andil -2,02 %.



