Teks Foto: Sambut Kedatangan Jenazah Zulkifli Kurniawan, Korban Helikopter PK-IWS Jatuh di Mimika. (ist)
Jakartarealtime.id – Suasana duka mewarnai penyambutan kedatangan jenazah Zulkifli Kurniawan, korban jatuhnya helikopter milik PT Intan Angkasa PK-IWS saat tiba di Bandar Udara Frans Kaisiepo Biak Numfor, Sabtu (13/9/2025) pukul 11.39 WIT.
Kerabat almarhum, serta perwakilan PT Palapa Timur Telematika di Biak Numfor, ambil bagian dalam penyambutan jenazah.
Dari Bandar Udara Franz Kaisiepo, jenazah kemudian dibawa ke rumah duka yang berada di Jalan Kampung Baru, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua.
“Jenazah akan disemayamkan di rumah duka dan dimakamkan setelah Salat Dzuhur di Tempat Pemakaman Islam Sorido pada pukul 13.00 WIT,” kata salah satu kerabat korban, Mahasunu, Sabtu (13/9/2025).
Diketahui, Zulkifli Kurniawan merupakan satu dari empat korban meninggal dunia dalam insiden jatuhnya helikopter PK-IWS milik PT Intan Angkasa di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Kamis (11/9/2025).
Seluruh penumpang helikopter, termasuk pilot dan kopilot, berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan kemudian dipulangkan ke daerah asal masing-masing.
Sebelumnya, jenazah para korban sempat dibawa ke RSUD Mimika untuk pemulasaran sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Sekadar mengingat, sebuah helikopter milik PT Intan Angkasa dengan nomor registrasi PK-IWS jatuh di wilayah Distrik Jila, Kabupaten Mimika, pada Rabu, 10 September 2025.
Adapun kronologis peristiwa itu, helikopter tersebut awalnya dilaporkan hilang kontak saat dalam perjalanan dari Ilaga, Kabupaten Puncak, menuju Timika, Kabupaten Mimika.
Tim SAR gabungan segera melakukan pencarian dan berhasil menemukan bangkai helikopter yang hancur di sisi jurang pada ketinggian sekitar 11.000 kaki.
Seluruh kru dan penumpang yang berjumlah empat orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Mereka adalah Eko Puja (Pilot), Sudiarman (Helicopter Landing Officer/HLO), Anto (Penumpang) dan Zulkifli (Penumpang).
Sedangkan proses evakuasi dilakukan tim SAR gabungan, yang terdiri dari Basarnas, TNI, dan Polri, berhasil mengevakuasi seluruh jenazah korban pada Kamis, 11 September 2025.
Proses evakuasi sempat terkendala oleh medan yang curam dan sulit dijangkau.
Setelah dievakuasi, jenazah kemudian dibawa ke RSUD Mimika untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Adapun dugaan sementara penyebab peristiwa jatuhnya helikopter masih dalam penyelidikan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Helikopter yang jatuh berjenis Airbus AS350 B3e, yang dikenal tangguh untuk beroperasi di daerah dengan medan dan cuaca ekstrem seperti di Papua.



