Gubernur Dominggus Mandacan, Terima Aspirasi Aliansi Mahasiswa Manokwari

Must Read

Teks Foto: Gubernur Dominggus Mandacan bersama Forkopimda Papua Barat menerima aspirasi Aliansi Mahasiswa dalam aksi demo protes DPR di Manokwari. (ist)

Jakartarealtime.id – Aliansi mahasiswa Manokwari dalam aksi demo protes DPR menyerahkan 17 poin tuntutan (aspirasi) kepada Pemerintah.

Penyerahan aspirasi berisi 17 poin tuntutan itu diterima langsung oleh Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, Ketua DPR Papua Barat Orgenes Wonggor, serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Papua Barat, Selasa (2/9/2025) lalu.

Koordinator aksi, Yakonias Surune, menyampaikan bahwa 17 tuntutan itu mencerminkan keresahan mahasiswa atas dinamika sosial-politik, baik di tingkat nasional maupun daerah.

“Aspirasi ini kami serahkan sesuai lembaga masing-masing supaya lebih memprioritaskan kebijakan yang berpihak kepada rakyat,” tegas Yakonias.

Beberapa poin tuntutan yang disuarakan mahasiswa antara lain: menolak kenaikan gaji dan tunjangan DPR, menghentikan pemborosan uang rakyat, hingga menolak tindakan represif aparat.

Aliansi Mahasiswa juga mendesak lahirnya undang-undang masyarakat adat, hingga mengutamakan hak politik Orang Asli Papua (OAP).

Mereka juga meminta penghentian proyek strategis nasional di Tanah Papua serta menerbitlam regulasi khusus tentang penjualan buah Pinang oleh OAP.

Menanggapi hal itu, Ketua DPR Papua Barat, Orgenes Wonggor menegaskan bahwa sebagian tuntutan mahasiswa sudah ditindaklanjuti lewat penyusunan peraturan daerah.

“Kalau yang berkaitan dengan daerah segera kami tindak lanjut. Untuk isu nasional, nanti akan kami teruskan ke pemerintah pusat,” ucap Orgenes Wonggor.

Sementara itu, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mengapresiasi aksi mahasiswa yang berjalan damai, aman, dan tertib.

“Saya ucapkan terima kasih karena sudah menyampaikan aspirasi dengan damai. Ini yang paling penting. Pemerintah selalu terbuka terhadap kritik dan masukan dari generasi muda,” papar Dominggus Mandacan.

Dominggus juga menegaskan bahwa Pemprov bersama TNI-Polri berupaya menjaga agar penyampaian pendapat mahasiswa tidak ditunggangi kelompok yang ingin memicu kericuhan.

“Dari pengalaman sebelumnya, selalu ada pihak-pihak yang berusaha memanfaatkan aksi mahasiswa. Karena itu, kita harus jaga agar aspirasi murni ini tidak terkontaminasi,” ucapnya.

Aksi mahasiswa diakhiri dengan kegiatan positif.

Usai menyerahkan tuntutan, massa aksi membersihkan ruas jalan yang digunakan sebagai titik demonstrasi, lalu membubarkan diri secara tertib.

Dalam kesempatan tersebut hadir pula Kapolda Papua Barat Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, Ketua MRPB Judson F Waprak, dan sejumlah tokoh agama yang ikut menyaksikan penyerahan aspirasi mahasiswa.

Aksi ini mendapat apresiasi karena berlangsung damai tanpa gangguan, sekaligus mencerminkan bahwa penyampaian pendapat bisa dilakukan dengan santun dan penuh tanggung jawab.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest News

Gelar Rakerda, HIPMI Banten Cetak Wirausaha Berbasis Local Wisdom

Teks Foto: HIPMI Provinsi Banten. (ist) Jakartarealtime.id - Tahun ini, Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Provinsi Banten, sukses menggelar agenda...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img