Jakartarealtime.id – Kericuhan kembali pecah di Kota Mulia, Puncak Jaya, Papua Tengah, Rabu (12/2/2024). Diketahui kerusuhan dipicu Pilkada 2024.
Dalam insiden itu, dilaporkan ada sekitar 12 orang tewas dan 658 lainnya luka-luka akibat terkena panah.
Terkait kasus tersebut, anggota Komisi II DPR RI, ikut angkat bicara.
Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden bentrokan antarpendukung pasangan calon kepala daerah di Kabupaten Puncak Jaya.
“Saya turut prihatin dengan insiden tersebut, seluruh stakeholder harus berjibaku untuk menangani korban sebaik mungkin. Jangan ada satu pun korban yang tidak ditangani-semua harus diurus dengan sungguh-sungguh,” kata Azis Subekti, Sabtu (5/4/2025).
Azis juga mendesak agar TNI dan Polri segera mengedepankan langkah-langkah pemulihan situasi keamanan pasca insiden.
Dia menekankan pentingnya pemisahan antara persoalan Pilkada dengan gangguan keamanan yang ditimbulkan oleh pihak eksternal seperti Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
“Pisahkan persoalan yang terkait Pilkada dengan pengacau/KKB,” ucap Azis.
Azis meminta pemerintah daerah dan Kementerian Dalam Negeri bergerak cepat untuk upaya pemulihan keamanan terbaik dan terus memitigasi situasi agar potensi kerawanan segera bisa diprediksi dan mempersiapkan antisipasinya dengan baik.
“Penyelenggara Pilkada di semua tingkatan untuk menjaga proses dan hasil tetap legitimate. Saya meminta KPU RI untuk mengkoordinasikan situasi khusus terkait Pilkada di Puncak Jaya tersebut,” tegasnya.
Sebelumnya, bentrokan terjadi antara massa pendukung pasangan calon nomor urut 1, Yuni Wonda–Mus Kogoya, dan pasangan calon nomor urut 2, Miren Kogoya–Mendi Wonerengga.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2025, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, melaporkan bahwa peristiwa tersebut menyebabkan 12 orang tewas dan 658 lainnya luka-luka akibat terkena panah.
“Dari hasil pendataan, korban meninggal dunia (MD) sebanyak 12 orang. Delapan di antaranya berasal dari kubu Paslon 01,” papar Faizal.
Dia juga menyebutkan bahwa beberapa korban meninggal akibat terkena tembakan senjata api yang diduga berasal dari KKB yang memanfaatkan situasi konflik politik tersebut.

Untuk kerugian material, Faizal mencatat di antaranya 201 bangunan terbakar, terdiri dari 196 unit rumah warga, satu bangunan sekolah (SD Pruleme Belakang Toba Jaya), satu kantor balai kampung Trikora, satu kantor distrik Irimuli, satu kantor Partai Gelora, serta satu kantor balai desa Pagaleme.
Bentrokan antarpendukung pemilihan kepala daerah di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, terus berulang.
Selama kurun November 2024 hingga April 2025, sebanyak 12 warga dilaporkan tewas dan ratusan lainnya terluka.
Polisi menyebut kelompok kekerasan bersenjata terlibat dalam konflik berkepanjangan ini.
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigadir Jenderal (Pol) Faizal Ramadhani menyatakan, sejumlah orang tewas karena terkena tembakan senjata api.
Penembakan diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang memanfaatkan situasi politik yang memanas.
“Ini menjadi perhatian serius kami karena KKB sengaja memanfaatkan situasi konflik untuk melancarkan aksinya,” pungkas Faizal.



