Teks Foto: Ilustrasu kasus stunting di Asmat, Papua Selatan. (ist)
Jakartarealtime.id – Cakupan imunisasi bagi bayi di Kabupaten Asmat, Papua Selatan hingga saat ini masih mencapai 13 persen.
Sementara, Dinas Kesehatan Asmat menargetkan 80 persen cakupan imunisasi di wilayahnya tahun ini.
Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Asmat, Ricover Rumkorem, pihaknya bersama UNICEF telah menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 29 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Imunisasi dan Keterlibatan Lintas Sektor.
Hanya saja, ia mengakui peran lintas sektor dan organisasi perangkat daerah (OPD) masih perlu ditingkatkan untuk mencapai target imunisasi.
“Pemerintah Kabupaten Asmat bekerja sama dengan UNICEF telah mengeluarkan Peraturan Bupati Nomor 29 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Imunisasi dan Keterlibatan Lintas Sektor di Kabupaten Asmat,” katanya, Senin (27/10/2025).
Ricover juga menyoroti rendahnya cakupan imunisasi Human Papillomavirus (HPV) yang berfungsi mencegah kanker serviks.
Ia menyebut, lebih dari 50 perempuan meninggal setiap hari di Indonesia akibat penyakit tersebut.
“HPV menjadi salah satu indikator imunisasi nasional yang harus dicapai di Kabupaten Asmat,” tegasnya.
Melalui penerbitan Perbup tersebut, Pemkab Asmat berupaya meningkatkan koordinasi antar-OPD dan lintas sektor untuk memperluas cakupan imunisasi.
“Tujuan kegiatan ini untuk menyusun strategi bersama meningkatkan cakupan imunisasi HPV serta meningkatkan dukungan dan peran OPD dan lintas sektor dalam meningkatkan cakupan imunisasi,” pungkasnya.



