Jakartarealtime.id – Pembangunan sektor pendidikan di Papua Barat tengah gencar dicanangkan.
Pemerintah Provinsi Papua Barat telah menyiapkan lahan 20 hektare untuk pembangunan sekolah unggulan.
Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat, Ali Baham Temongmere, dalam Rapat Kerja Pemerintah Daerah Bersama BPP se-Papua Raya, di Kantor Gubernur Papua Tengah di Nabire, Selasa (15/4/2025).
Ali Baham mengatakan penyiapan sekolah unggulan tersebut untuk merespons masalah pendidikan, satu di antara persoalan utama di tanah Papua.
Ia juga menyinggung tentang pengolaan SMA/SMK yang telah diserahkan ke pemerintah kabupaten.

Sejauh ini, menurutnya kabupaten belum mampu melaksanakan kewenangan tersebut.
“Kami sedang mempertimbangkan soal kemungkinan untuk menarik kembali pengelolaan SMA/SMK itu ke pemerintah provinsi,” papar Ali Baham Temongmere.
Sebelumnya, akademisi Universitas Papua (UNIPA), Agus Irianto Sumule, menyebut 1 juta anak Papua terancam tidak sekolah pada 2030.
Menurut catatannya, pada 2023, total 693.805 anak di seluruh Papua tidak bersekolah.
Khusus di Papua Barat, ucapnya, ada 39.053 anak Papua yang tidak bersekolah.



