Gencatan Senjata Diprakarsai oleh AS, Israel dan Iran Saling Klaim Menang

Must Read

Teks Foto : Ilustrasi Perang antara Israel dan Iran. (ist)

Jakartarealtime.id – Dewan Keamanan PBB melakukan pertemuan membahas gencatan senjata Israel-Iran.

Dalam pertemuan itu, utusan kedua negara yang saling perang itu sama-sama mengucapkan terima kasih ke negara yang membantu tercapainya gencatan senjata.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada negara saudara dan sahabat kita, Qatar, atas upaya tulus dan diplomatisnya untuk membantu mengakhiri agresi Israel, menetapkan gencatan senjata, dan mencegah eskalasi lebih lanjut dari ketegangan regional yang mengancam perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut,” tegas utusan Iran untuk PBB Saeid Iravani kepada dewan, Rabu (25/6/2025).

Ungkapan terima kasih Iravani kepada Qatar disampaikan sehari setelah Iran melancarkan serangan terhadap pangkalan udara AS di negara Teluk tersebut.

Diketahui, Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al-Thani mendapatkan persetujuan Iran terkait gencatan senjata dengan Israel.

Seorang diplomat yang diberi pengarahan tentang pembicaraan tersebut mengatakan kepada CNN, yang akhirnya mengizinkan Presiden AS Donald Trump untuk mengumumkan gencatan senjata di media sosial.

Hal senada juga disampaikan Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon.

Dia mengucapkan terima kasih kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump atas perannya dalam gencatan senjata.

Danon menegaskan kembali bahwa Israel memberikan pukulan telak kepada Iran dengan serangannya terhadap target rezim Iran.

Dia juga menegaskan Israel akan menanggapi dengan tegas setiap pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan Iran.

Sebelumnya, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian mengumumkan berakhirnya perang 12 hari dengan Israel.

Pengumuman setelah gencatan senjata yang dinilai rapuh dengan Israel.

Masoud Pezeshkian mengumumkan “berakhirnya perang 12 hari” yang dipaksakan oleh Israel, dalam sebuah pidato kepada rayat Iran yang disiarkan oleh kantor berita resmi IRNA.

“Hari ini, setelah perlawanan heroik bangsa kita yang hebat, yang tekadnya membuat sejarah, kita menyaksikan terbentuknya gencatan senjata dan berakhirnya perang 12 hari yang dipaksakan oleh petualangan dan provokasi Israel,” kata Pezeshkian.

Pemerintah Israel mengatakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah mengumpulkan kabinetnya “untuk mengumumkan bahwa Israel telah mencapai semua tujuan Operasi Rising Lion dan banyak lagi”.

Ditambahkan bahwa mereka telah menghilangkan “ancaman eksistensial ganda” dari program rudal nuklir dan balistik Iran, seraya bersumpah untuk menanggapi dengan tegas setiap pelanggaran gencatan senjata.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Israel mencapai kemenangan bersejarah dalam perang 12 hari dengan Iran.

“Kami mencapai kemenangan bersejarah, dan kemenangan ini akan bertahan selama beberapa generasi,” kata Netanyahu dalam pernyataan pertamanya setelah gencatan senjata dengan Iran, Selasa (24/6/2025).

Netanyahu mengklaim pasukannya telah menghancurkan fasilitas penting di Arak, Natanz, dan Isfahan.

“Jika Iran mencoba membangun kembali program nuklirnya, kami akan menghancurkannya,” ujarnya.

“Kami harus menyelesaikan misi melawan poros kejahatan Iran dengan mengembalikan tentara yang diculik dan menghancurkan Hamas,” tambah Netanyahu.

Sementara itu Presiden Iran, Masoud Pezeshkian juga mengklaim negaranya menang dalam perang 12 hari dengan negeri Zionis tersebut.

“Iran tidak akan melanggar gencatan senjata, kecuali rezim Zionis melakukannya,” kata Pezeshkian.

“Teheran siap untuk berunding dan membela hak-hak rakyat Iran di meja perundingan,” imbuhnya.

Wilayah udara Iran tetap ditutup hingga pukul 14.00 waktu setempat, Rabu (25/62025), meskipun gencatan senjata mulai berlaku dengan Israel.

“Menyusul perkembangan terakhir, wilayah udara negara itu akan tetap ditutup hingga pukul 2 siang pada hari Rabu untuk memastikan keamanan penumpang dan penerbangan,” demikian laporan kantor berita Iran Mehr mengutip juru bicara kementerian transportasi Majid Akhavan

Iran dan Israel telah sepakat gencatan senjata setelah 12 hari terlibat perang sengit.

Amerika Serikat juga ikut menyerang fasilitas nuklir Iran.

Presiden AS Donald Trump mengultimatum Israel dan Iran karena dua negara yang bertikai itu dianggap melanggar gencatan senjata.

Trump marah-marah usai Kementerian Pertahanan Tel Aviv berniat melancarkan serangan ke Iran yang dituduh melanggar kesepakatan gencatan senjata.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest News

Waspada Super Flu di Papua Tengah, Masyarakat Diminta Segera Lapor Jika Bergejala

Teks Foto: Ilustrasi virus super flu. (ist) Jakartarealtime.id - Tahun ini, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Papua Tengah...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img