Pemerintah Utamakan Pendekatan Dialogis untuk Atasi Konflik Papua di Intan Jaya

Must Read

Teks Foto : Hasan Nasbi. (ist)

Jakartarealtime.id – Untuk menyelesaikan permasalahan masalah kokflik di Papua, Pemerintah menegaskan selalu mengutamakan pendekatan dialogis.

Kejadian baku tembak antara TNI dan kelompok kriminal bersenjata seperti di Intan Jaya, beberapa waktu lalu, bisa terjadi karena situasi di lapangan yang disebut tidak kondusif.

“Kami selalu mengedepankan dialog. Tetapi, kalau tiba-tiba ada kondisi di lapangan yang tidak kondusif, tentu aparat-aparat di lapangan punya pertimbangan sendiri untuk melakukan tindakan itu,” ucap Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi di Jakarta, Sabtu (17/5/2025).

Ia menegaskan, pada prinsipnya selama ini pemerintah selalu mengutamakan dialog untuk menyelesaikan masalah konflik di Papua.

Pendekatan dialogis dengan mempertimbangkan kekeluargaan dan kemanusiaan tidak pernah henti-hentinya dikedepankan oleh pemerintah.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi memberikan keterangan kepada wartawan seusai peluncuran Danantara Indonesia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/2/2025).

Meski demikian, kondisi di lapangan terkadang tidak kondusif sehingga mengakibatkan aparat harus baku tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Terlebih jika tindakan KKB mengganggu pelayanan publik dan meresahkan masyarakat.

“Tetapi, intinya kalau yang mengganggu ketertiban masyarakat, mengganggu proses pelayanan atau proses kehidupan sehari-hari masyarakat, kan memang harus ditindak,” tegas Hasan.

Kontak tembak antara KKB dan TNI kembali terjadi di sejumlah kampung di Distrik Sugapa, Intan Jaya, pada 13-14 Mei 2025.

Pihak TNI mengklaim, 18 anggota KKB tewas dalam operasi pengamanan itu.

Adapun semua personel TNI yang diterjunkan dilaporkan selamat.

Namun, hingga Jumat (16/5/2025), dua hari pascakontak tembak, data korban tewas dari kalangan warga sipil masih simpang siur.

Sebelumnya, pada Kamis sore, Sekretaris Daerah Kabupaten Intan Jaya, Asir Mirip, mengungkapkan ada lima warga sipil yang tewas dalam insiden itu.

Mereka adalah Ruben Wandagau (Kepala Kampung Hitadipa), Pendeta Damianus Wandagau (dari Hitadipa), Elia Wandagau (rohaniwan dari Hitadipa), Mono (perempuan tunarungu dan tunawicara dari Hitadipa), serta Agus Mirip (warga dari Ndugusiga).

Pemkab Intan Jaya menurunkan tim untuk mengecek warga terdampak kontak tembak di sejumlah kampung di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Kamis (15/5/2025).

Setelah melalui proses verifikasi lebih lanjut, kata Asir, korban bernama Agus Mirip alias Ndudu Mirip dari Ndugusiga merupakan bagian dari KKB.

Selain itu, Asir juga menyampaikan, tiga warga sipil lainnya, yakni Damianus, Elia, dan Mano, belum ditemukan. Dari informasi yang diperoleh Pemkab Intan Jaya, ketiganya diyakini turut jadi korban tewas saat kontak senjata terjadi.

Insiden bersenjata di Distrik Sugapa menambah panjang kasus kekerasan serta konflik bersenjata di Papua.

Sementara itu, lembaga-lembaga seperti Majelis Rakyat Papua (MRP), Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten/Kota (DPRK), dan kepala daerah sering kali tidak terlibat atau dilibatkan dalam menyelesaikan masalah di Papua. Padahal, masyarakat Papua cenderung tidak memercayai pihak luar untuk menyelesaikan masalah.

”Akibatnya, konflik di Papua kesannya hanyalah konflik bersenjata antara TNI dan KKB,” pungkasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest News

Film ‘Danur: The Last Chapter’, jadikan Prilly Latuconsina Merasa Sukses Bintangi Genre Horor

Teks Foto: Prilly Latuconsina dan lainnya. (ist) Jakartarealtime.id - Aktris Prilly Latuconsina merasa bangga dan terharu lantaran bisa merampungkan film...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img