Teks Foto: Para pemain film ‘Dayak’. (ist)
Jakartarealtime.id – Sanggar Seni Batuah Kalimantan Tengah, pimpinan Thoesng Asang S.Hut, MM berkolaborasi dengan Komando Pusaka Adat (KOPPAD) dengan pimpinan Dr. Abriantinus SH, MA bersinergi untuk ‘Dayak Goes To International’.
Usai Memperingati Hari Kebangkitan Nasional 2026, mereka akan menggarap film ‘Dayak’ dengan mendapuk Ivan Bandhito sebagai sutradara dan penulis skenario.
“Secara garis besar film ini mengisahkan tentang sejarah masyarakat Dayak dari semua Kalimantan,” kata Ivan Bandhito, Selasa (26/5/2026).
Menariknya, film ini walau berlatar sejarah namun ada dokumenternya, sehingga murni film fiksi bernarasi budaya di semua bagian dari Kalimantan.

“Dalam film ‘Dayak’, kami akan menggabungkan unsur-unsur mistis, drama, horor sampai ke gaya berkomedi masyarakat Dayak pada umumnya,” tambahnya.
Film ini melibatkan aktor-aktor daerah dari seluruh Kalimantan yg akan diseleksi melibatkan aktor-aktor besar ternama di Indonesia..
Film ini menjadi tontonan komersil dan menjadi wawasan baru bagi seluruh masyarakat Indonesia tentang betapa indahnya Kalimantan mendukung sektor pariwisata dan keberlangsungan adat sebagai Soko Guru Kepribadian Bangsa.

“Sejak awal direncanakannya produksi film ‘Dayak’ ini sejak tahun 2022, saya memang sudah dipilih untuk menyutradarainya. Dilihat dari latar belakang pernah beberapa kali membuat karya film berlatar belakang budaya mulai dari film ‘Carok Madura’ sampai yang terakhir film tentang sejarah kota Sawahlunto Sumatera Barat,” ucap Ivan Bandhito.
Ivan mengatakan ada juga film yang berlatar belakang kota Medan.
“Sejauh ini kami mencoba merangkul semua elementer di semua bagian Kalimantan, mulai Kalimantan Tengah, Timur, Selatan, Barat dan Utara. Selain itu kami juga mendapat support penuh dari Kementerian Kebudayaan, Kementerian Ekonomi Kreatif & Kapolri RI. Harapannya semoga nanti akan semakin banyak instansi pemerintah sekaligus pihak swasta yang mendukung film ‘Dayak’.



