Teks Foto: Pemprov PBD menggelar pertemuan dengan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Republik Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN H E Abdullah Salem AlDhaheri di Kota Sorong. (ist)
Jakartarealtime.id – Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Wakil Gubernur Ahmad Nausrau, dan Plt. Sekda Yakob Kareth beserta pejabat tinggi lainnya mengadakan pertemuan dengan Duta Besar UEA, Abdullah Salem AlDhaheri.
Abdullah Salem AlDhaheri mengatakan, kunjungan ini bagian dari komitmen negaranya memperluas hubungan kerja sama dengan Indonesia, khususnya provinsi-provinsi di kawasan timur.
“Tujuan kami datang adalah membangun hubungan bilateral dengan provinsi ini,” tegas Abdullah.
Ia mengatakan, kunjungan ini adalah penjajakan awal potensi kerja sama.
Papua Barat Daya memiliki banyak sektor unggulan yang bisa dikembangkan bersama, terutama pariwisata, pertanian, dan infrastruktur.
“Kami melihat potensi besar di sektor pariwisata di sini. Ini bisa menjadi pintu masuk bagi investasi lainnya,” tegasnya.
Selain itu, UEA tertarik pada pelabuhan, pertanian, dan pengelolaan sumber daya mineral.
Abdullah menyebut, UEA sukses menjalankan proyek investasi di Indonesia seperti di Sumatera, Aceh, Surakarta.
Salah satunya adalah Alif Education di sektor pendidikan, yang kini menaungi lebih dari 600 siswa.
“Kami berharap dapat membawa model investasi serupa ke Papua Barat Daya,” paparnya.
Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menyambut positif kunjungan dan tawaran kerja sama dari Pemerintah UEA.
Pertemuan ini mempercepat pembangunan ekonomi daerah.
“Ada banyak sektor siap dijalin kerja sama, terutama pariwisata, pertanian, dan perikanan,” ucap Elisa.
Ia mengatakan sektor minyak bumi dan mineral, kewenangannya berada di pemerintah pusat, namun Pemprov PBD siap mendukung kerja sama yang membawa manfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap pertemuan ini tidak berhenti di sini saja, tetapi berlanjut hingga menghasilkan kerja sama nyata, membawa manfaat bagi masyarakat Papua Barat Daya,” pungkasnya.



