Tahun Ini, Biaya Pelayanan JKN di Papua Barat Daya Tembus Rp 216 Miliar

Must Read

Teks Foto: Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sorong, Pupung Purnama. (ist)

Jakartarealtime.id – BPJS Kesehatan Cabang Sorong mencatat biaya pelayanan kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di wilayah Papua Barat Daya terus mengalami peningkatan signifikan sebesar Rp212 miliar pada tahun 2024, kemudian naik menjadi Rp216 miliar pada November 2025.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sorong, Pupung Purnama di Sorong, Papua Barat Daya Jumat, mengatakan peningkatan biaya ini menunjukkan besarnya peran negara dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat di enam kabupaten kota di Papua Barat Daya.

“Hingga November 2025, total klaim pelayanan kesehatan tercatat sebesar Rp216 miliar. Ini belum akhir tahun, sehingga kita proyeksikan nanti pada akhir Desember bisa tembus Rp260 miliar,” jelasnya.

Dia mengatakan, selain tingginya pemanfaatan layanan JKN, bertambahnya jenis layanan kesehatan juga turut mempengaruhi peningkatan biaya.

Sejumlah layanan spesialistik, kata dia tengah dipersiapkan untuk bekerja sama dengan JKN, di antaranya layanan jantung di RSUD JP Wanane Kabupaten Sorong serta pengembangan layanan cuci darah di beberapa rumah sakit.

Menurut dia, jika seluruh layanan tersebut telah terintegrasi, biaya pelayanan kesehatan diperkirakan akan meningkat seiring dengan bertambahnya akses dan jenis pelayanan yang diberikan kepada peserta JKN.

Tingginya pemanfaatan layanan kesehatan juga didorong oleh capaian Universal Health Coverage (UHC) yang telah melampaui 98 persen di enam kabupaten kota wilayah dan provinsi.

“Hampir seluruh penduduk telah terdaftar sebagai peserta JKN, termasuk masyarakat yang didaftarkan sebagai peserta tanggungan pemerintah daerah dan dapat langsung aktif,” ujarnya.

Berdasarkan data BPJS Kesehatan Cabang Sorong tercatat Kabupaten Raja Ampat jumlah peserta 91.897 jiwa dengan cakupan peserta 98 persen dan tingkat keaktifan pun 98 persen.

Kemudian, jumlah peserta di Kota Sorong sebanyak 307.385 jiwa dengan cakupan peserta dan tingkat keaktifan sebanyak 98 persen.

“Kabupaten Sorong itu jumlah peserta sebanyak 155.411 jiwa dengan cakupan peserta 98 persen dan tingkat keaktifan 98 persen,” sambungnya.

Selanjutnya, Kabupaten Tambrauw jumlah pesertanya sebanyak 38.801 jiwa dengan tingkat keaktifan 98 persen dan cakupan peserta 98 persen.

Sementara Kabupaten Maybrat jumlah peserta 52.800 jiwa dengan cakupan peserta dan tingkat keaktifan sebanyak 98 persen.

Kabupaten Sorong Selatan 63.331 jiwa dengan cakupan peserta dan tingkat keaktifan 98 persen.

“BPJS Kesehatan masih akan terus memperluas kerja sama fasilitas kesehatan untuk meningkatkan kualitas layanan,” ujarnya.

Dia berharap, peningkatan biaya pelayanan kesehatan sejalan dengan peningkatan akses, mutu pelayanan, dan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest News

Pacu Daya Saing, Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi ke Level yang Lebih Luas

Teks Foto: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (ist) Jakartarealtime.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bekerja keras dan mendesak jajaran...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img