RS Dian Harapan di Kota Jayapura Resmikan Gedung Rawat Inap Standar JKN

Must Read

Teks Foto : Wakil Direktur Umum RSDH dan Dr. drg. Aloysius Giyai, M.Kes. (ist)

Jakartarealtime.id – Rumah Sakit Dian Harapan di Kota Jayapura, Provinsi Papua meresmikan Gedung Rawat Inap baru yang telah dibangun sesuai standar Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Wakil Direktur Umum RS Dian Harapan, drg Aloysius Giyai menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Dian Harapan yang telah mempercayakan dirinya untuk turut mengelola rumah sakit tersebut.

Secara pribadi saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Dian Harapan, juga kepada Ketua Pembina Yayasan, Bapak Usup Jayapura, yang mengajak saya bekerja sama di rumah sakit ini,” kata drg Aloysius Giyai, Sabtu (21/6/2025).

Ia mengatakan, selama hampir dua bulan bergabung di RSDH, ia melihat pelayanan rumah sakit ini sudah berjalan sangat baik, meskipun masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, terutama dalam menjawab kesan negatif yang berkembang di luar.

“Saya pernah menjadi direktur rumah sakit di tempat lain, mutu pelayanannya di sini luar biasa. Hanya saja, saya mendengar kesan dari luar bahwa rumah sakit ini kurang melayani orang asli Papua (OAP). Saya tegaskan, itu tidak benar,” tegasnya.

Menurut Giyai, saat ini RSDH telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan menjangkau mayoritas pasien Orang Asli Papua OAP), termasuk melalui kerja sama dengan delapan kabupaten di wilayah Pegunungan Papua.

“Kami menerima rujukan dari Tolikara dan berbagai kabupaten lain. Semuanya OAP dan mayoritas pengguna BPJS. Jadi rumah sakit ini tidak mengejar profit semata, tapi melayani rakyat Papua,” ucapnya.

Lebih jauh, Giyai menambahkan bahwa RSDH kini telah membentuk tim khusus yang akan membantu masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan.

“Kalau ada pasien yang belum punya BPJS atau jaminan kesehatan lainnya, tim ini akan langsung bergerak. Kami bantu mereka urus kartu jaminan, supaya bisa segera ditangani,” ucapnya.

Tak hanya fokus pada pasien, pihak rumah sakit juga menyediakan fasilitas rumah singgah bagi keluarga pasien yang datang dari luar daerah.

“Keluarga pasien tidak perlu bingung cari tempat tinggal. Kami siapkan tempat istirahat dan bahkan makanan. Akan ada juga fasilitas laundry umum,” jelas Giyai.

Dalam peningkatan mutu pelayanan, Giyai menyebut bahwa pihaknya tengah memperbaiki sistem pelayanan, khususnya di UGD dan farmasi.

“Ke depan, pengambilan obat yang biasa lama, tidak perlu lagi. Pasien cukup pulang, nanti rumah sakit yang antar obat ke rumah masing-masing,” pungkasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest News

Waspada Super Flu di Papua Tengah, Masyarakat Diminta Segera Lapor Jika Bergejala

Teks Foto: Ilustrasi virus super flu. (ist) Jakartarealtime.id - Tahun ini, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Papua Tengah...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img