Teks Foto: Ilustrasi Konflik Kapiraya. (ist)
Jakartarealtime.id – Persoalan tapal batas antara Kabupaten Deiyai-Mimika di Distrik Kapiraya hingga kini belum terselesaikan dengan baik, hal itu disebabkan karena ketidakjelasan penetapan batas wilayah di daerah tersebut.
Akibat daripada itu, menyebabkan masalah sosial ditengah-tengah masyarakat hidup di distrik tersebut sampai hari ini.
Menyikapi hal tersebut, Pemprov Papua Tengah tidak tinggal diam dan siap membuat langkah-langkah strategis
Seperti disampaikan Kepala Biro Pemerintahan Otonomi Khusus dan Kesejahteraan Rakyat, Pemprov Papua Tengah, Lambertus Wakerkwa bahwa, mereka akan membentuk tim dan turun ke Kapiraya.
Menurut dia, tim ini akan melibatkan semua pihak, baik pemerintah provinsi, kabupaten, hingga seluruh elemen masyarakat dan lain sebagainya.
“Jadi kita akan turun, agar masalah sosial di sana (Kapiraya) selesai, dan masyarakat bisa merayakan Natal dengan damai, dan sukacita,” tegas Lambertus di Kantor Gubernur Papua Tengah, Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Nabire, Jumat, (28/11/2025).
Sementara Plt Kaban Kesbangpol Papua Tengah, Albertus Adii menambahkan, tim itu akan dibentuk pada, 2 Desember 2025.
Kemudian setelah terbentuk, tim akan turun dan melakukan mediasi dengan masyarakat bertikai.
“Jadi kami imbau agar pertikaian yang terjadi dihentikan, agar masyarakat juga dapat hidup tenang, aman, dan damai, karena ini sudah mau masuk bulan Natal,” tandasnya.



