Teks Foto: Safik Ardianto, Statistika Ahli Pertama. (ist)
Jakartarealtime.id – Inflasi di Papua Selatan dalam dua bulan terakhir menjadi perhatian nasional tahun ini.
Pada bulan Juni dan Juli, Papua Selatan menempati posisi pertama sebagai daerah dengan inflasi tertinggi di Indonesia.
Pada bulan Juni 2025, tingkat inflasi mencapai 3 persen.
Meskipun tidak terlalu tinggi secara nominal, namun secara peringkat provinsi, ini adalah yang tertinggi di Indonesia.
“Pada Juni 2025, inflasi di Papua Selatan tercatat sebesar 3 persen, lalu meningkat menjadi 5,45 persen secara year-on-year di bulan Juli. Meskipun angka inflasi Juni tidak terlalu tinggi, tetapi patut menjadi perhatian karena Papua Selatan menempati posisi pertama secara nasional,” tegas Safik Ardianto, Statistika Ahli Pertama.
Inflasi bulan Juni sebagian besar dipicu oleh kenaikan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
Dari total inflasi 3 persen, sebesar 2,14 persen disumbang oleh kelompok ini.
Selain itu, kelompok perawatan pribadi turut memberi andil dengan sumbangan sebesar 0,7 persen.
Komoditas utama penyumbang antara lain emas, ikan layang, rokok, telur ayam ras, bayam, kangkung, daging rusa, dan cabai.
Menariknya, sebagian besar dari komoditas ini merupakan hasil produksi lokal.
Hal ini menunjukkan adanya tekanan dari sisi distribusi dan ketersediaan barang di pasar.
Memasuki bulan Juli, tren penyumbang inflasi masih tetap sama.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih mendominasi sebagai pendorong utama kenaikan harga secara year-on-year sebesar 5,45 persen.



