Teks Foto: Ketua Pokja Adat MRP Papua Barat Daya, Mesak Mambraku. (ist)
Jakartarealtime.id – Ketua Pokja Adat Majelis Rakyat Papua Barat Daya, Mesak Mambraku mendorong agar bahan pangan lokal masuk dalam menu makan bergizi gratis di wilayah Papua.
Menurutnya, Papua sangat kaya dengan potensi sumber daya pangan lokal yang bergizi yang bisa menjadi alternatif pengganti nasi.
“MRP memilki tugas untuk memproteksi kultural masyarakat Papua. Kami sarankan kepada pemerintah jangan lupakan pangan lokal untuk dimasukkan dalam menu makan bergizi bagi anak,” tegas Mesak Mambraku.
Menurut dia, menu makan bergizi jangan selalu disajikan nasi.
Di Papua ada papeda dan berbagai jenis ubi, seperti keladi, petatas, dan kasbi yang bisa dikenalkan kepada anak-anak.
Bahan pangan lokal, kata dia, merupakan identitas warga yang harus dilestarikan yang bisa menunjang pertumbuhan anak.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Raja Ampat, Kelvin Siahaan mengungkapkan bahwa dapur MBG berupaya untuk memakai bahan makanan lokal yang ada di sekitar.
Program maka bergizi bukan hanya memberikan asupan gizi bagi siswa tapi juga pemberdayaan maayarakat dengan membeli hasil pertanian warta di sekitar dapur umum.



