Teks Foto: Gubernur Elisa Kambu saat menghadiri pembukaan konferda PIKI. (ist)
Jakartarealtime.id – Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu mendorong Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) Provinsi Papua Barat Daya untuk fokus memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah, khususnya melalui gagasan dan rekomendasi strategis yang bermanfaat bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Elisa Kambu saat membuka secara resmi Konferensi Daerah (Konferda) I PIKI Papua Barat Daya yang digelar di salah satu hotel di Kota Sorong, Jumat (30/1/2026).
Pembukaan kegiatan ditandai dengan penabuhan tifa secara bersama-sama.
Menurut Elisa, pembangunan Papua Barat Daya tidak dapat dilakukan oleh satu kelompok tertentu saja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk kaum intelektual Kristen yang tergabung dalam PIKI.
“Pembangunan daerah ini membutuhkan kerja sama semua pihak. PIKI diharapkan hadir sebagai kekuatan moral dan intelektual yang mampu memberi pemikiran jernih dan solutif bagi pemerintah,” tegas Elisa Kambu.
Gubernur menekankan bahwa intelektualitas harus sejalan dengan karakter dan integritas.
Ia mengingatkan agar peran intelektual tidak hanya ditunjukkan melalui kemampuan akademik, tetapi juga melalui sikap rendah hati, kasih, dan kepedulian terhadap sesama.
“Elit intelektual tanpa karakter tidak akan membawa perubahan. Papua membutuhkan orang-orang cerdas yang juga memiliki hati dan kasih,” tegasnya.
Elisa juga mengingatkan agar Konferda PIKI tidak dijadikan sebagai ajang perebutan jabatan dalam organisasi, melainkan sebagai forum perumusan gagasan demi kemajuan Papua Barat Daya dan Indonesia secara umum.
“Ini bukan forum politik, tidak ada yang menang atau kalah. Satukan pikiran dan rumuskan gagasan yang bisa menjadi rekomendasi bagi pemerintah,” tegasnya.
Ia berharap Konferda I PIKI Papua Barat Daya dapat menghasilkan rekomendasi konkret, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial kemasyarakatan, yang dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah ke depan.
Sementara itu, Ketua Panitia Konferda I PIKI Papua Barat Daya yang juga Kepala Badan Kesbangpol Papua Barat Daya, Dr. Sellvyana Sangkek, menjelaskan bahwa Konferda ini menjadi momentum konsolidasi awal PIKI di Provinsi Papua Barat Daya.
Menurutnya, PIKI merupakan organisasi kemasyarakatan berbasis Kristen yang menghimpun akademisi, profesional, dan kaum intelektual untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa berdasarkan nilai Pancasila dan iman Kristiani.
“Konferda ini diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari anggota PIKI, perwakilan pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan Kristen, serta perguruan tinggi Kristen di Papua Barat Daya,” tegas Sellvyana.
Konferda I PIKI Papua Barat Daya dijadwalkan membahas perumusan program kerja, penyusunan rekomendasi strategis, serta pembentukan kepengurusan PIKI Provinsi Papua Barat Daya untuk periode mendatang.



