DPRP Papua Tengah Kolaborasi dengan Skywings, Berdayakan SDM Papua

Must Read

Teks Foto: Pihak PT Skywings Aviation Indonesia bersama DPR dan Pemprov Papua Tengah melakukan pertemuan di Nabire. (ist)

Jakartarealtime.id – Dalam rangka membangkitkan SDM, Pemprov Papua Tengah dan Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) setempat siap berkolaborasi dengan Skywings Aviation Indonesia.

Ketua Komisi II, DPRP Papua Tengah, Anies Labene mengaku pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pihak PT Skywings Aviation Indonesia.

Dalam pertemuan itu mereka membicarakan banyak hal, terutama berkaitan dengan program kerja milik Skywings Aviation Indonesia, untuk didorong ke Dinas Perhubungan Papua Tengah.

“Tujuannya agar anak-anak asli Papua yang sudah selesaikan penerbangan, atau yang mempunyai minat dalam dunia penerbangan, ataupun yang mau bekerja di bandara, bisa diperdayakan seperti tiketing, draunhendeling, evoo, dan lain sebagainya. Jadi itu yang dorong,” kata Anis, di Kantor DPRP, Jalan Pepera, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Jumat, (18/7/2025).

DPRP mengakui bahwa di dua bandara terbesar di provinsi ini yaitu Bandara Nabire dan Bandara Mimika, minim pemberdayan terhadap orang asli Papua dan hal ini yang perlu dibehani.

“Ini menjadi tantangan kami, sehingga kami dari Bapemperda, juga akan mendukung dengan membuat regulasi yang diproteksi, tenaga profesional tenaga orang asli Papua, dan ini saya sendiri yang mengusulnya, dengan nama pemberdayaan, dan perlindungan tenaga profesional orang asli Papua, karena mereka harus diberikan tempat, di atas negerinya sendiri,” paparnya.

Sementara, Wakil Ketua III di DPRP Papua Tengah, Bekies Sony Kogoya menambahkan, Papua ini memiliki Otonomi khusus (Otsus), tapi masih banyak orang Papua yang berteriak soal Otsus ini sendiri.

“Untuk itu dengan Otsus ini maka harus memberdayakan orang asli Papua dengan potensi yang ada, agar itu menjadi peluang mereka,” ucap Bekies.

Bekie mengatakan orang asli Papua memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan, namun mereka tidak pernah difasilitasi dengan baik.

Sebagai contoh, anak asli Papua yang menyelesaikan pendidikan penerbangan di luar negeri maupun dalam negeri selalu kesulitan mencari pekerjaan dan membuat mereka terabaikan.

“Untuk itu hari ini kita bertemu, agar ke depan SDM asli Papua dapat diberdayakan dengan baik, sesuai potensi mereka masing-masing. Untuk itu kita akan membuat sebuah regulasi agar dengan sejumlah ketentuan yang tertuang di dalamnya, bisa mengatur semua dengan baik,” tegasnya.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Papua Tengah, Ewonggen Kogoya mendukung penuh upaya yang akan dilakukan oleh DPRP Papua Tengah.

Ewonggen Kogoya mengatakan perlu adanya pengkaderan generasi muda Papua agar mereka yang melanjutkan pembangunan di waktu yang akan datang.

“Untuk itu saya mau kita dapat mengkaderkan potensi yang ada,” ucap Ewonggen.

Ia mengaku sedih melihat minimnya tenaga kerja asli Papua di Bandara, misalnya di Bandara Nabire.

“Hari ini di bandara Nabire, orang asli Papua yang bekerja sebagai klining servis saja tidak ada, dan itu membuat saya sangat sedih, untuk itu saya akan terus mendukung rencana yang telah disusun oleh DPR dan pihak Skywings Aviation Indonesia,” katanya.

Sementara, CEO sekaligus pendiri, PT Skywings Aviation Indonesia, Marcello Rizky Anggara Putra Sukirdja mengatakan, pada dasarnya perusahaan mereka mewadahi semua tenaga kerja yang masih belum terserap di maskapai.

Ia mengakui di Papua sendiri masih banyak potensi sumber daya manusia yang begitu luar biasa namun belum terserap dengan baik.

“Sesuai data, sekitar 300 orang di Papua, yang sudah memiliki lisensi, tapi belum terserap ke maskapai, dan ini sangat memprihatinkan,” kata Marcello.

Dia juga menyinggung soal tenaga kerja di Bandara Nabire, yang terlihat tidak ada orang asli Papua yang bekerja, dan itu belum tercerminnya asli Papua.

“Sebagai turis yang baru saja tiba kemarin, saya lihat itu sangat memprihatinkan, karena lebih banyak tenaga dari luar yang terlihat di situ, sementara di Papua memiliki banyak sekali potensi yang bisa dikembangkan,” ujarnya.

Dengan hal tersebut, Marcello bilang hari ini mereka memberikan pemaparan, kepada DPR dan Pemprov Papua Tengah.

“Kami harap dengan program yang akan dilakukan nanti, dapat mengalokasikan mereka yang telah memiliki lisensi di dunia peberbangan, agar kami karyakan. Bukan besok lagi, atau tahun depan, tapi sudah harus mulai dari sekarang,” tandasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest News

Rio Dewanto dan Michelle Ziudith, Bangun Chemistry di Sinetron ‘Jejak Duka Diandra’

Teks Foto: Para pemain sinetron 'Jejak Duka Diandra'. (ist) Jakartarealtime.id - Rio Dewanto, kompak bangun chemistry dengan Michelle Ziudith di...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img