Jakartarealtime.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, akhirnya mengumumkan tarif baru sebesar 10% pada hampir semua barang impor yang masuk ke Negeri Paman Sam itu.
Di samping itu, Trump memberlakukan ‘Tarif Timbal Balik’ terhadap sejumlah negara, termasuk Indonesia.
“Ini adalah deklarasi kemerdekaan ekonomi kami,” tegas Presiden Trump, Kamis (3/4/2025).
Presiden Trump mengatakan AS akan menggunakan uang yang dihasilkan dari tarif untuk mengurangi pajak dan membayar utang nasional.
Trump kemudian mengangkat bagan besar berjudul ‘Tarif Timbal Balik’.
Bagan yang diangkat Trump memiliki tiga kolom.
Kolom pertama adalah daftar negara.
Kemudian, kolom kedua merupakan besaran tarif yang dikenakan suatu negara terhadap barang-barang dari AS.
Sedangkan kolom ketiga berisi tarif balasan yang dikenai AS terhadap negara itu.
Bagan tersebut menampilkan tarif 10% untuk impor dari Inggris dan 20% untuk impor Uni Eropa.
Bagaimana dampaknya dengan Indonesia?
Indonesia muncul pada daftar tarif tersebut.
Disebutkan bahwa Indonesia menerapkan tarif sebesar 64% untuk barang-barang dari AS.
AS kemudian akan mengenakan tarif sebesar 32% terhadap barang-barang Indonesia yang dijual di AS.
“Mereka mengenakan biaya kepada kami, kami mengenakan biaya kepada mereka. Bagaimana mungkin ada orang yang marah?” katanya.
Trump secara spesifik menunjuk China dan Uni Eropa.
“Mereka menipu kami, sungguh menyedihkan melihatnya. Sungguh menyedihkan,” jelasnya.

Trump mengatakan negara-negara lain telah memperlakukan AS “dengan buruk” karena mengenakan tarif yang tidak proporsional pada impor AS yang ia sebut sebagai “kecurangan”.
Sebagai balasannya, kata Trump, AS akan mengenakan tarif kepada negara-negara lain “kira-kira setengah” dari tarif yang mereka kenakan kepada AS.
“Jadi, tarif tersebut tidak akan berlaku secara timbal balik. Saya bisa saja melakukan itu, ya, tetapi akan sulit bagi banyak negara. Kami tidak ingin melakukan itu,” tegasnya.
Trump mengatakan dalam hal perdagangan, terkadang “kawan (lebih) buruk daripada lawan”.



