Mentan Tegaskan Lumbung Pangan Merauke, Dorong Ketahanan Pangan

Must Read

Teks Foto: Mentan Lumbung Pangan Merauke Dorong Ketahanan Pangan dan Infrastruktur Papua Selatan. (ist)

Jakartarealtime.id – Pembangunan dermaga untuk infrastruktur lumbung pangan atau food estate di Merauke, Papua Selatan.

Proyek ini ditegaskan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman sebagai motor ketahanan pangan sekaligus percepatan pembangunan infrastruktur Papua Selatan.

Andi Amran Sulaiman menegaskan proyek food estate di Merauke, Papua Selatan, akan menjadi lumbung pangan nasional sekaligus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan timur Indonesia.

Amran Sulaiman menyatakan pembangunan food estate di Distrik Wanam, Kabupaten Merauke, merupakan bagian dari strategi swasembada pangan nasional.

Ia menekankan proyek ini akan memberikan dampak langsung terhadap ketahanan pangan sekaligus memicu pembangunan akses dasar di Papua Selatan.

“Pembangunan kawasan food estate akan mendorong ketahanan pangan dan sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur, mulai dari jalan, pelabuhan, hingga bandara,” tegas Amran di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Selasa (3/2/2026).

Selain sektor pangan, Amran menambahkan pemerintah telah menyalurkan ratusan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada masyarakat lokal.

Ia menyebut seluruh peralatan tersebut menjadi milik warga dan digunakan untuk mengelola lahan secara mandiri.

Pemerintah juga membentuk Brigade Pangan yang anggotanya berasal dari masyarakat setempat, dengan harapan mampu menciptakan lapangan kerja baru serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan swasembada pangan dan energi bukan sekadar slogan, melainkan fondasi utama untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Ia menekankan produksi pangan harus dijamin agar dapat dinikmati seluruh rakyat Indonesia.

“Swasembada pangan adalah syarat, itu pilar utama dari strategi yang saya jalankan sekarang,” tegas Prabowo Subianto.

Proyek food estate di Merauke melibatkan kerja sama antara Kementerian Pertahanan, Kementerian Pertanian, dan pihak swasta.

Kuasa Hukum Jhonlin Group, Junaidi Tirtanata, menegaskan pihaknya menjalankan penugasan negara untuk mendukung proyek strategis nasional terkait swasembada pangan berkelanjutan.

“Sejauh yang saya ketahui, Wanam akan difokuskan untuk mendukung ketahanan pangan dan bioenergi, mencakup cetak sawah, tebu, dan optimalisasi lahan,” ucap Junaidi.

Ia menambahkan tidak benar adanya klaim perusahaan mengajukan tagihan hingga Rp7 triliun kepada negara, serta menekankan penggunaan anggaran negara memiliki aturan yang jelas.

Menurut Junaidi, informasi yang menyebut wilayah Wanam akan dijadikan perkebunan kelapa sawit tidak sesuai dengan rencana proyek.

Fokus pengembangan di Wanam, kata dia, diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan dan bioenergi.

Berdasarkan pantauan, progres pembangunan terus berjalan. Infrastruktur jalan telah terbangun sepanjang 58,44 kilometer, dengan 11,53 kilometer di antaranya sudah diperkeras.

Total luas lahan yang dibuka mencapai 9.781 hektare, sementara pembangunan pelabuhan beserta fasilitas pendukungnya memasuki tahap penyelesaian.

Proyek food estate Merauke diharapkan menjadi motor penggerak ketahanan pangan sekaligus membuka akses dasar di Papua Selatan, menandai langkah strategis pemerintah dalam memperkuat fondasi swasembada nasional.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest News

Pacu Daya Saing, Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi ke Level yang Lebih Luas

Teks Foto: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (ist) Jakartarealtime.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bekerja keras dan mendesak jajaran...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img