Teks Foto: Peringatan HPN 2026 diselenggarakan di Banten. (ist)
Jakartarealtime.id – Hari Pers Nasional (HPN) di Indonesia diperingati setiap 9 Februari setiap tahun.
Penetapan tanggal ini tidak lepas dari sejarah lahirnya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 9 Februari 1946 di Surakarta, Jawa Tengah.
Tahun ini, HPN diselenggarakan di Banten.
HPN 2026, Dewan Pers beserta Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), asosiasi media, dan serikat perusahaan pers menandatangani deklarasi pers yang memuat delapan pernyataan.
Deklarasi itu ditandatangani pada acara Konvensi Nasional Media Massa bertema ‘Pers, AI dan Transformasi Digital: Membangun Ekosistem Informasi untuk Kepentingan Publik” di Kota Serang, Banten, Minggu (8/2/2026).
“Pers nasional menjalankan peran menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum dan hak asasi manusia, serta menghormati kebhinekaan, mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat, dan benar, melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum, serta memperjuangkan keadilan dan kebenaran,” demikian pernyataan dalam dokumen deklarasi pers.
Di sisi lain, dalam menjalankan peran di atas, pers nasional menghadapi sejumlah masalah strategis.
Masalah itu misalnya kemerdekaan pers, ancaman keberlanjutan ekonomi media, dan perlindungan pada wartawan.
Di tengah upaya yang dilakukan untuk membereskan berbagai masalah itu, Dewan Pers beserta insan pers dan pihak terkait mengeluarkan sejumlah pernyataan/deklarasi.
Salah satu pernyataan itu adalah desakan agar pemerintah menetapkan karya jurnalistik sebagai karya yang dilindungi hak cipta.
Kemudian, ada pula desakan agar platform teknologi digital, termasuk platform Al, memberikan kompensasi yang adil, wajar, dan proporsional atas penggunaan karya jurnalistik sebagai sumber data untuk AI.
Sejarah Singkat Hari Pers Nasional
1946: PWI didirikan di Surakarta sebagai wadah wartawan Indonesia pasca kemerdekaan.
1978: Presiden Soeharto menghadiri Kongres PWI ke-16 di Padang. Dari sinilah muncul gagasan untuk menetapkan Hari Pers Nasional.
1984: Menteri Penerangan (saat itu) Harmoko mengeluarkan Peraturan Menteri Penerangan No. 2/1984 yang menetapkan 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional, bertepatan dengan hari lahir PWI.
Makna
HPN menjadi penghormatan atas peran pers dalam perjuangan bangsa, pembangunan demokrasi, dan penyampaian informasi yang akurat serta berimbang.
Pers Indonesia sejak masa pergerakan melawan penjajahan berperan ganda: sebagai aktivis politik sekaligus penyampai aspirasi rakyat.
Perkembangan
Peringatan HPN diselenggarakan setiap tahun secara bergantian di berbagai provinsi Indonesia.
Tema HPN biasanya menyesuaikan dengan kondisi bangsa.
Tahun 2026 ini, HPN mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”.
HPN pertama kali diperingati pada tahun 2005. Ketika itu tuan rumahnya adalah Riau.
Selama 5 tahun sampai dengan tahun 2009, tidak ada tema khusus yang diambil dalam peringatan HPN tersebut.
Barulah pada peringatan HPN 2010 di Sumatra Selatan dan HPN 2011 di Nusa Tenggara Timur (NTT), HPN mengambil tema ‘Kemerdekaan Pers dari dan Untuk Rakyat.”
Begitu pun dengan maskot HPN.
Selama 8 tahun peringatan HPN, tidak ada maskot Hari Pers Nasional.
Maskot HPN baru muncul pada peringatan HPN 2013 di Sulawesi Utara.
Maskot adalah tokoh atau figur (bisa berupa hewan, manusia, atau karakter imajinatif) yang dijadikan simbol atau representasi suatu acara, organisasi, tim, atau kelompok.
Maskot biasanya dirancang dengan ciri khas tertentu agar mudah dikenali dan memiliki makna filosofis.
Saat itu maskotnya adalah Coelecanth.
Coelacanth adalah kelompok ikan bersirip lobus purba (Sarcopterygii) dalam kelas Actinistia.
Dari situlah hingga saat ini setiap peringatan HPN selalu ada maskotnya.
Daftar Tuan Rumah dan Maskot HPN
Berikut daftar tuan rumah dan maskot HPN dari masa ke masa:
HPN 2005, Tuan Rumah Riau
HPN 2006, Jawa Barat
HPN 2007, Kalimantan Timur
HPN 2008, Jawa Tengah
HPN 2009, DKI Jakarta, Tema: Kemerdekaan Pers Dari dan Untuk Rakyat
HPN 2010, Sumatra Selatan
HPN 2011, Nusa Tenggara Timur
HPN 2012, Jambi
HPN 2013, Sulawesi Utara, Tema: “Pers Bermutu, Bangsamu Maju”, Maskot Coelecanth
HPN 2014, Bengkulu, Tema: “Pers Sehat, Rakyat Berdaulat”, Maskot Raflessia
HPN 2015, Kepulauan Riau, Tema: “Pers Sehat, Bangsa Hebat”, Maskot Kakap Merah Darah
HPN 2016, Nusa Tenggara Barat, Tema: “Merdeka Mendorong Poros Maritim dan Pariwisata Nusantara”, Maskot Rusa Timor
HPN 2017, Maluku, Tema: “Pers dan Rakyat Maluku Bangkit dari Laut”, Maskot Ikan
HPN 2018, Sumatra Barat, Tema: “Meminang Keindahan di Padang Sejahtera”, Maskot Kuau Raja
HPN 2019, Jawa Timur, Tema: “Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital”, maskot Elang Jawa
HPN 2020, Kalimantan Selatan, Tema: “Pers Menggelorakan Kalsel Gerbang Ibukota Negara”, Maskot Bekantan
HON 2021, DKI Jakarta, Tema: “Bangkit dari Pandemi, Jakarta Gerbang Pemulihan Ekonomi”, Maskot Si Pitung
HPN 2022, Sulawesi Tenggara, Tema: “Sultra Jaya Indonesia Maju”, Maskot Kadue
HPN 2024, Sumatra Utara, Tema: “Pers Merdeka, Demokrasi Bermartabat”, Maskot Harimau
HPN 2025, DKI Jakarta, Tema: “Mengawal Transisi Kepemimpinan Nasional dan Menjaga Keutuhan Bangsa”, Maskot Monas, Ondel-ondel, dan Macan
HPN 2025, Kalimantan Selatan, Tema: “Pers Mengawal Ketahanan Pangan Sebagai Pilar Kemandirian Bangsa”, Maskot Bekantan
HPN 2025, Banten, Tema: “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, Maskot Badak Jawa.



