Singles Day, Sunlife Punya Cara Atur Finansial

Must Read

Teks Foto: Gaya Hidup Modern. (ist)

Jakartarealtime.id – Gaya hidup masa kini tak lepas dari urusan belanja dan investasi.

Tanggal kembar seperti 11.11 atau Singles Day identik dengan belanja dan memanjakan diri,
dan itu sah-sah saja bagi masyarakat Indonesia.

Pertanyaan yang lebih menarik adalah: untuk apa kita ingin ‘memanjakan’ diri? Barang yang sudah berbulan-bulan diincar bisa jadi pengeluaran yang memang layak.

Begitu juga liburan, pengalaman baru, atau makan malam bersama sahabat.

Ada satu ‘kemewahan’ lain yang patut dipertimbangkan: punya ruang napas finansial, sehingga uang tidak lagi menjadi penentu setiap keputusan penting dalam hidup.

Hal ini terasa semakin relevan di Indonesia saat ini.

“Kita punya lebih banyak cara untuk menemukan, membandingkan, dan membeli apa pun yang diinginkan, cukup dengan beberapa ketukan di layar, sementara keuangan rumah tangga menghadapi tekanan yang kian besar. Financial Resilience Index 2026 terbaru dari Sun Life menunjukkan bahwa 8 dari 10 responden di Indonesia (80%) merasa inflasi membuat biaya bulanan semakin sulit ditutup,” kata Maika Randini, Chief Client and Marketing Sun Life Indonesia, Minggu (8/11/2026).

Ilustrasi Gaya Hidup. (ist)
Ilustrasi Gaya Hidup. (ist)

Sebanyak 23% mulai menggunakan tabungan, sementara 26% mengurangi atau bahkan melewatkan pengeluaran kebutuhan pokok.

“Wajar jika kita berharap lebih dari uang kita, bisa dipakai untuk menikmati hal-hal yang kita sukai hari ini, sekaligus menyisakan ruang untuk menghadapi hal tak terduga, berganti arah saat dibutuhkan, dan membangun kehidupan yang kita inginkan di masa depan. Kebebasan untuk memilih itulah ukuran keamanan finansial yang sesungguhnya,” tambah Maika Randini.

Di Tanggal Kembar 11.11 ini, selain menimbang apa yang layak dibeli, berikut lima hal yang
layak ‘dimasukkan ke keranjang’ karena bisa memberi Anda lebih banyak pilihan di masa
depan.

Ilustrasi Gaya Hidup. (ist)
Ilustrasi Gaya Hidup. (ist)
  1. Kenali kapan diskon bukan benar-benar hemat
    Harga yang lebih murah sering membuat sebuah pembelian terlihat sepadan. Coba tanyakan pada diri sendiri: apakah saya tetap akan membeli barang ini tanpa diskon, dan apakah pembelian ini masih nyaman untuk kondisi keuangan saya? Sebelum menekan tombol checkout, pertimbangkan apakah pembelian itu sejalan dengan
    prioritas keuangan Anda yang lain, dan apakah diskon, flash sale, atau hitungan mundur
    promo lebih mendorong keputusan Anda daripada kebutuhan itu sendiri.
    Pertimbangan ini terlihat sederhana, tetapi penting ketika anggaran sudah ketat. Riset Sun
    Life menunjukkan semakin banyak rumah tangga di Indonesia mengambil keputusan
    keuangan jangka pendek untuk menutup biaya saat ini, sehingga ruang geraknya makin
    terbatas ketika pengeluaran berikutnya datang. Pembelian yang layak seharusnya cocok
    dengan anggaran sekaligus gaya hidup Anda.
  2. Beli ‘ruang napas’ untuk diri sendiri
    Tabungan memang tidak memberi kepuasan instan seperti paket baru yang tiba di depan pintu, tetapi ia memberi Anda pilihan ketika hidup berubah tanpa terduga. Kalau barang incaran bisa disimpan di keranjang jauh-jauh hari, dana darurat pun bisa disiapkan dengan cara yang sama.
    Coba hitung, berapa lama Anda bisa menjalani pengeluaran bulanan seperti biasa jika penghasilan tiba-tiba terhenti? Di Indonesia, hanya 45% responden yang merasa mampu menopang hidup lebih dari enam bulan tanpa penghasilan. Artinya, banyak rumah tangga masih memiliki bantalan finansial yang tipis dan jangka perencanaan yang pendek, sehingga ruang untuk menyerap guncangan penghasilan atau tagihan mendadak menjadi terbatas.
    Bagi sebagian orang, membangun dana darurat dan rutin menyisihkan nominal yang terjangkau dapat menjadi salah satu cara menciptakan ruang napas tersebut.
    Seiring waktu, bantalan ini membuat tagihan tak terduga atau masa jeda antarpekerjaan
    menjadi lebih mudah dihadapi.
  3. Investasi yang tidak datang lewat kurir
    Pengetahuan keuangan mungkin salah satu investasi paling berguna untuk diri sendiri, dan tidak perlu menunggu paket tiba. Di Indonesia, 60% responden menilai literasi keuangan mereka masih tergolong dasar, rendah, atau sangat rendah. Padahal, literasi keuangan yang lebih kuat berkaitan erat dengan rasa percaya diri dan perencanaan jangka panjang yang lebih baik: responden dengan literasi tinggi lebih dari tiga kali lebih siap menghadapi kenaikan biaya hidup dibandingkan responden dengan literasi rendah (73% berbanding 20%).
    Pilih satu topik yang sudah lama ingin Anda pahami, misalnya biaya investasi, tabungan pensiun, bunga majemuk, atau kebutuhan perlindungan asuransi Anda. Gunakan informasi dari sumber tepercaya dan catat pertanyaan yang masih tersisa.
  4. Jadilah selektif soal sumber informasi keuangan
    Teknologi mengubah cara kita mengelola uang. AI dapat membantu menjelaskan istilah,
    menyusun pertanyaan, dan membuat konsep keuangan yang asing terasa lebih mudah
    didekati.
    Di Indonesia, 68% responden Financial Resilience Index menggunakan Gen AI untuk mencari informasi keuangan setidaknya sesekali, tertinggi kedua di antara enam pasar yang disurvei, dan 67% memperkirakan penggunaannya akan meningkat dalam 12 bulan ke depan. Semakin personal pertanyaannya, semakin penting kualitas dan relevansi informasinya. Keputusan soal tabungan pensiun, risiko investasi, atau perlindungan keluarga perlu mempertimbangkan kondisi, tujuan, dan jangka waktu Anda sendiri.
    Gunakan perangkat digital untuk belajar dan menyiapkan pertanyaan, lalu cek informasi penting dengan sumber yang tepercaya. Untuk hal yang lebih kompleks, berdiskusi dengan penasihat keuangan tepercaya dapat membantu Anda memahami pilihan yang ada sesuai tujuan dan kondisi Anda.
  5. Sisihkan juga untuk kehidupan yang Anda inginkan nanti
    Bayangkan masa pensiun sebagai sebuah gaya hidup. Mungkin Anda ingin lebih sering bepergian, punya waktu untuk hobi, membantu keluarga, atau tetap bekerja karena menikmatinya. Semua pilihan itu membutuhkan persiapan finansial.
    Riset pensiun Sun Life di Asia menemukan bahwa sekitar satu dari lima orang tidak membuat rencana apa pun menjelang pensiun, sementara banyak lainnya baru mulai merencanakan tak lama sebelum berhenti bekerja penuh waktu. Di antara mereka yang sudah pensiun, sekitar satu dari lima mengatakan pengeluaran bulanan mereka lebih tinggi dari yang semula diperkirakan.
    Lihat apa yang sudah Anda miliki, baik dari tabungan, dana pensiun, investasi, maupun program dari tempat kerja, lalu bandingkan dengan kehidupan yang Anda bayangkan. Jika masih ada selisih, pilih satu perubahan yang bisa Anda jalani secara konsisten. Semakin awal Anda mulai, semakin banyak waktu yang bekerja untuk Anda.
    Tanggal Kembar memberi kita alasan untuk memikirkan hal-hal yang kita inginkan. Saat
    memutuskan apa yang layak dibeli di 11.11 ini, sisakan ruang untuk pengalaman dan
    kesempatan yang Anda impikan di tahun-tahun mendatang. Keamanan finansial memberi
    Anda ruang napas untuk menikmati hari ini, sambil menjaga pilihan di masa depan tetap
    terbuka.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest News

Pameran ‘SIAL Food & Drinks Indonesia 2026’, Diselenggarakan di Jakarta

Teks Foto: Pameran 'SIAL Food & Drinks Indonesia 2026'. (ist) Jakartarealtime.id - Kuliner Korea saat ini digemari masyarakat Indonesia, terutama...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img