Teks Foto: Sherina Munaf. (ist)
Jakartarealtime.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengepung wilayah Kalimantan memang menjadi musibah menyedihkan untuk seluruh masyarakat Indonesia.
Mirisnya, hingga kini masih ada beberapa wilayah di Kalimantan yang belum bisa dipadamkan apinya.
Hal ini nampaknya yang membuat Sherina Munaf ikut tergerak hatinya untuk ikut terjun langsung memberikan bantuan memadamkan api karhutla di Kalimantan Tengah.
Berdasarkan unggahan di media sosial miliknya, Sherina ikut memadamkan bara dan api di beberapa titik, termasuk kawasan Universitas Palangka Raya dan Taman Wisata Alam Galeget Tiawu.
Aksi Sherina ini tidak asal dilakukannya.
Artis berusia 36 tahun itu turun ke lapangan dengan perlengkapan pemadaman.
Bahkan, Sherina disebut ikut membantu membawa selang pemadam sekitar 59 kg.
Selain itu, Sherina juga membantu proses rewetting atau pembasahan kembali lahan gambut karena masih banyak bara di bawah tanah yang bisa kembali menyala.
Dalam unggahannya, Sherina juga menjelaskan bahwa penerbangannya ke Kalimantan sempat tertahan akibat keterbatasan jarak pandang di lokasi tujuan.
Bahkan, saat pesawat mulai bergerak turun untuk mendarat, pandangan di luar jendela perlahan tertutup asap pekat.
“Itu bukan awan, itu asap, dan bau asapnya itu sampai masuk ke dalam pesawat. Aku langsung otomatis pakai masker karena lama-lama gatal,” ucap Sherina Munaf, Rabu (2/9/2026).

Datang langsung ke lokasi karhutla membuat Sherina prihatin membayangkan kehidupan warga setempat yang harus berhadapan dengan kabut asap setiap hari.
Bahkan, sisa api kecil saja disebutnya sudah bisa menghasilkan dampak asap yang amat pekat.
“Api yang sekecil itu aja impact asapnya sudah parah banget dan aku enggak kebayang warga di sana terdampaknya seperti apa tiap hari,” tegasnya.
Karhutla yang tak kunjung membaik ini berpotensi membuat warga mengidap ISPA, iritasi mata, hidung, dan tenggorokan, merusak lingkungan, kabut asap yang mengganggu jarak pandang hingga menghambat sarana transportasi darat, laut, dan penerbangan.
Sejauh ini, Kementerian Lingkungan Hidup menyegel 21 badan usaha terkait peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di berbagai daerah.
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengatakan 21 badan usaha itu tersebar 7 di Kalimantan Barat, 4 di Sumatera Selatan, 4 di Kalimantan Selatan, 3 di Kalimantan Tengah, dan masing-masing 1 di Kalimantan Timur, Lampung dan Riau.



