Kompak! Alyssa Lozovskaya dan Julio Rionaldo, Bintangi Film Internasional

Must Read

Teks Foto: Julio Rionaldo dan Alyssa Lozovskaya. (ist)

Jakartarealtime.id – Julio Rionaldo dan Alyssa Lozovskaya tampak nyaman dalam ruang gelap yang bagi banyak orang adalah tempat pelarian, dan bagi mereka, justru titik awal.

Bagi Julio, bioskop bukan sekadar ruang tontonan, namun merupakan ruang pertemuan, tempat cerita menemukan tubuhnya.

“Kadang kita pikir kita yang mencari pemain, padahal sebenarnya cerita itu yang sedang mencari jiwanya sendiri dan ketika ia menemukannya, semuanya terasa sangat natural,” tutur Julio dalam percakapan santai selepas sesi screening kecil di Bali, Sabtu (1/3/2026).

Sebelum bertemu Alyssa, Julio sudah mengembangkan naskah ‘In the Blink of Forever’.

Sebuah proyek panjang yang ia bangun dengan kesabaran khasnya.

Ia dikenal dengan pendekatan visual yang tenang, pengambilan gambar panjang, serta ritme yang memberi ruang pada emosi untuk tumbuh perlahan.

Film baginya bukan tentang kecepatan, melainkan kehadiran, lalu pertemuan itu terjadi.

Tanpa rencana besar, tanpa proses casting konvensional.

Tanpa audisi panjang, Alyssa Lozovskaya, aktris asal Rusia, memang kerap datang ke Bali.

Awalnya untuk berlibur dan mengunjungi sahabatnya yang menetap di pulau itu.

Bali baginya adalah ruang bernapas, tempat ia menjauh sejenak dari rutinitas industri dan menemukan kembali dirinya.

“Saya selalu bermimpi membuat film di Bali,” tegas Alyssa.

“Ada sesuatu tentang pulau ini yang terasa seperti rumah, namun saya tidak pernah menyangka akan bertemu seorang sutradara yang visinya begitu dekat dengan sensibilitas sinema Eropa, tapi berasal dari Indonesia,” tambahnya.

Hal senada juga dikatakan Julio.

“Saya sudah menulis karakter itu cukup lama dan ketika saya bertemu Alyssa, saya langsung tahu. Ini dia, sosok yang layak untuk karakter ini, karena ia sudah membawa estetika serta dunia batin yang tepat karakter itu seperti menemukan rumahnya,” ucapnya.

Tak lama setelah pertemuan yang terasa seperti takdir tersebut, pada Agustus 2025 Julio mendapat undangan untuk menghadiri pemutaran perdana salah satu filmnya di Moskow.

Kota tempat Alyssa berkarya dan membangun reputasinya sebagai aktris.

Sebuah kebetulan yang terlalu presisi untuk diabaikan.

Di Moskow itulah, dalam suasana yang sama-sama asing sekaligus akrab, Julio secara resmi mengundang Alyssa untuk masuk ke dalam dunianya.

Dunia yang ia bangun melalui ‘In the Blink of Forever’.

“Rasanya seperti lingkaran yang menutup sendiri, kami bertemu di Bali. Lalu saya datang ke kotanya. Di situ saya sadar, kalau ini memang harus terjadi, jalannya akan selalu ada,” ungkap Julio.

Alyssa mengingat momen itu sebagai titik balik.

“Ketika Julio datang ke Moskow, saya merasa semuanya menjadi nyata, ini bukan lagi percakapan kebetulan di Bali ini adalah keputusan kreatif dan saya tahu saya ingin menjadi bagian dari perjalanan itu,” ungkapnya.

Dari rangkaian pertemuan tersebut, lahirlah keputusan yang hampir terdengar nekat.

Mereka membuat film pendek dalam waktu kurang dari satu minggu persiapan.

Judul filmya ‘This Didn’t Happen’, tidak ada produksi besar, tidak ada sistem yang rumit, hanya keyakinan.

Film pendek itu menjadi ruang eksplorasi, sebuah perpanjangan emosi dari semesta ‘In the Blink of Forever’, namun berdiri sendiri sebagai karya yang intim dan spontan.

Bagi Julio, proyek singkat ini justru membuktikan satu hal yang selalu ia yakini.

“Kalau kita sudah benar-benar percaya pada ceritanya, orang-orang yang dibutuhkan akan muncul. Saya tidak pernah memaksa proses. Saya hanya menjaga visinya tetap jernih, sisanya seperti mengalir,” ungkapnya.

Ia menyebut bahwa dalam perjalanannya membangun proyek ini, banyak kolaborator hadir tanpa ia cari secara agresif.

Mereka datang melalui percakapan, pertemanan, rekomendasi, dan momen yang tampak acak.

Namun ketika dirangkai, semuanya terasa masuk akal.

Alyssa merasakan energi yang sama di lokasi syuting.

“Rasanya seperti tidak sedang bekerja dalam arti konvensional. Ada kepercayaan, tidak ada tekanan untuk menjadi sesuatu yang bukan diri saya. Julio memberi ruang untuk bernapas, dan itu sangat jarang,” ungkapnya.

Pendekatan Julio memang cenderung minimalis, tetapi bukan sederhana.

Ia percaya pada kekuatan diam pada gestur kecil.

Pada cahaya yang dibiarkan berbicara tanpa harus selalu diberi penjelasan, pengaruh sinema Eropa terasa, tetapi tidak menjadi tiruan.

Ia membangun bahasa visual yang bersih, reflektif, dan mengundang penonton untuk ikut hadir, bukan sekadar mengamati.

Melalui ‘This Didn’t Happen’, keduanya menemukan irama kerja yang selaras.

Sementara itu, ‘In the Blink of Forever’ berkembang sebagai proyek yang lebih matang dan terstruktur, namun tetap membawa semangat awal yang sama.

Kepercayaan pada proses, kepercayaan pada pertemuan.

Dalam industri yang sering bergerak cepat dan penuh kalkulasi, pendekatan ini terasa hampir radikal.

“Banyak orang bertanya bagaimana cara membuat sesuatu terjadi. Bagi saya, yang lebih penting adalah bagaimana kita membuat ruang agar sesuatu bisa terjadi. Jangan terlalu memaksa, cerita punya jalannya sendiri,” papar Julio.

Bagi Alyssa, pengalaman ini lebih dari sekadar proyek internasional ini adalah momen ketika impian untuk berakting di Bali bertemu dengan visi seorang sutradara yang memahami bahasa emosinya.

“Kami datang dari latar belakang berbeda, tapi di set, itu tidak terasa. Yang terasa hanya cerita,” ungkapnya.

Pada akhirnya, mungkin itulah inti dari sinema yang mereka bangun. Bukan tentang skala produksi atau jarak geografis.

Melainkan tentang keyakinan bahwa ketika cerita dirawat dengan tulus, ia akan menemukan jalannya sendiri.

Julio Rionaldo dan Alyssa Lozovskaya percaya pada satu hal sederhana: sinema masih memiliki kemampuan untuk mempertemukan orang, menginspirasi, merefleksikan, dan bahkan menyembuhkan.

Dan terkadang, semuanya memang jatuh pada tempatnya, dimulai dari sebuah pertemuan yang tampak biasa saja, di tempat yang paling tidak terduga.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest News

Kapolda Papua Tengah, Jeremias Rontini Pantau Tambang Emas Ilegal dari Udara

Teks Foto: Kapolda Papua Tengah, Kombes Pol Jeremias Rontini. (ist) Jakartarealtime.id - Kepolda Papua Tengah, Kombes Pol Jeremias Rontini dan...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img