Teks Foto: Petrus Assem. (ist)
Jakartarealtime.id – Setiap daerah sangat membutuhkan investasi untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi warganya serta untuk kemajuan daerah tersebut.
Namun di wilayah Papua Selatan, hutan yang ada untuk investasi diantaranya perkebunan kelapa sawit, kayu, karbon dan sebagainya sudah tidak ada lagi.
Sebab, hutan yang berpotensi tersebut semuanya sudah dipetakan untuk kepentingan negara.
“Untuk saat ini, hutan yang berpotensi untuk itu semuanya sudah digunakan oleh negara. Untuk program-program nasional seperti PSN, tebu maupun agrinas. Tidak ada hutan lagi tersisa, sudah dipetakan-petakan untuk kepentingan PSN dan agrinas,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Papua Selatan, Petrus Assem, baru-baru ini.
Karena tidak ada lagi lahan kosong tersebut, sehingga di awal tahun 2026 ini belum ada satupun perusahaan asing yang masuk ke Papua Selatan untuk mengajukan investasi termasuk perusahaan dalam negeri.
Yang ada, kata Petrus Assem adalah perusahaan asing yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit untuk perizinan penggunaan air tanah.
“Di awal tahun 2026 ini belum ada perusahaan asing yang mengajukan izin untuk investasi termasuk perusahaan dalam negeri. Kecuali perusahaan asing dan dalam negeri yang memang sudah beroperasi selama ini yang mengajukan untuk perizinan penggunaan air tanah maupun izin untuk rencana kerja mereka kedepan,” pungkasnya.



