Teks Foto:
Paus Leo XIV. (ist)
Jakartarealtime.id – Paus Leo XIV asal Amerika Serikat (AS) yang memiliki nama lahir Robert Francis Prevost pernah mengunjungi wilayah Papua, sebelum menjadi pemimpin Gereja Katolik sedunia.
Saat itu, Prevost ke Papua untuk menghadiri perayaan ulang tahun pelayanan Ordo Santo Agustinus (OSA) pada 2003.
Di tahun tersebut, dia menjadi Pemimpin Umum atau Jenderal OSA.
Menurut situs umat Katolik, Sesawi.net, yang dirilis pada Jumat (9/5/2025) Prevost mengunjungi Keuskupan di Sorong hingga Jayapura saat di Papua.
Laporan tersebut berdasarkan konfirmasi para imam dan suster Ordo Santo Agustinus di Ketapang, Kalimantan Barat, Sorong, hingga Manokwari.
“Bahkan juga sudah pernah sampai mengunjungi Papua Barat-khususnya Sorong dan Manokwari,” demikian laporan situs tersebut.
Sesawi juga mengunggah foto-foto Prevost saat di Papua.
Di salah satu gambar, sejumlah warga dengan pakaian tradisional Papua menyambut dia.
Di foto yang lain, dia mengenakan atasan putih dengan kalung salib, dan celana hitam tampak menyendok lauk di panci.
Selain itu, ada pula foto saat dia mengunjungi lokasi banjir dan berbicara dengan salah satu warga. Gambar berikutnya menunjukkan Prevost foto dengan Pater Bernard Baru OSA.
Prevost terpilih menjadi Paus dalam conclave yang digelar sejak Rabu.
Ia memilih nama Leo XIV yang menunjukkan arah kepausan di masa depan.
Paus Leo sebelumnya fokus ke masalah kemiskinan dan kelas pekerja.
Dalam kemunculan pertama sebagai pemimpin Gereja Katolik, dia menekankan perdamaian dan dialog.
“Terima kasih Paus Fransiskus. Terima kasih kepada saudara-saudara kardinal saya yang telah memilih saya untuk menjadi penerus Petrus dan untuk berjalan bersama Anda sebagai Gereja yang bersatu, yang bersama-sama mencari kedamaian dan keadilan,” pungkas Paus Leo XIV.



