Teks Foto: Duta Besar Vatikan untuk Indonesia (Nuncio), Mgr Piero Pioppo, saat memberikan sambutan di Gereja Katedral Kristus Raja, Timika, Rabu (14/5/2025).
Jakartarealtime.id – Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Mgr Piero Pioppo, menyatakan harapannya agar Paus Leo XIV dapat kembali mengunjungi Tanah Papua, Indonesia.
Mgr Pioppo mengingat kunjungan Paus tersebut ke Ordo Agustinus (OSA) dan umat Katolik di Keuskupan Manokwari-Sorong pada tahun 2003.
“Di Italia ada ungkapan tidak ada yang kedua tanpa yang ketiga. Saya berharap dan berdoa, agar Paus Leo XIV akan datang ke Tanah Papua dan ke Tanah Air Indonesia sekali lagi dan membuat kita semua bergembira dan terberkati,” tutur Mgr Pioppo, melalui saluran YouTube Komsos KWI, Kamis (15/5/2025).
Uskup Keuskupan Timika Mgr Pioppo juga mengenang kunjungannya ke Jayapura dua tahun lalu, di mana ia memimpin perayaan misa pentahbisan Mgr Yanuarius Teofilus Matopai You sebagai Uskup Keuskupan Jayapura.
Ia mengungkapkan, saat memasuki halaman Gereja Katedral Jayapura, ia melihat sebuah spanduk dalam bahasa Italia yang bertanya kapan akan ada uskup orang asli Papua untuk Timika.
“Hari ini kami semua telah mendapatkan jawabannya, yakni Mgr Bernardus Bofitwos Baru OSA, ditahbiskan menjadi Uskup Timika,” ungkap yang disambut tepuk tangan ribuan umat di Gereja Katedral Kristus Raja Timika.
Mgr Pioppo menggambarkan Mgr Bernardus Bofitwos Baru sebagai seorang biarawan Agustinus yang sederhana, cerdas, berhati-hati, dan kebapaan.
Ia juga menyampaikan salam hangat dari Paus Leo XIV kepada seluruh umat di Indonesia, khususnya umat Katolik di Keuskupan Timika.
Sebelumnya, Paus Leo XIV telah mengunjungi Tanah Papua pada tahun 2003, saat masih menjabat sebagai Prior Jenderal Ordo Agustinus (OSA) sedunia.
Dalam kunjungannya ke Kota Sorong, Papua Barat Daya, Paus Leo XIV turut merayakan ulang tahun ke-50 Ordo Santo Agustinus di tanah Papua.
Selama kunjungannya, Paus Leo XIV tidak hanya mengunjungi Sorong, tetapi juga bertemu dengan saudara-saudara Ordo Agustinus di paroki-paroki terjauh, termasuk Paroki Santo Yosep Ayawasi di Kabupaten Maybrat dan Paroki Santo Yosep Senopi di Kabupaten Tambrauw.
Ia bahkan sempat menginap beberapa hari di daerah pedalaman Papua, menikmati udara segar dan suasana alam bersama umat Katolik setempat.



